30 TEMPAT WISATA YANG BENAR-BENAR UNIK DI MALANG DAN SEKITARNYA

0
144

Wisata Malang sangatlah bervariasi. Ada begitu banyak pilihan destinasi wisata yang cocok untuk semua kalangan. Bukan rahasia umum lagi jika Malang sendiri merupakan salah satu kota wisata yang menjadi destinasi utama para wisatawan terutama wisatawan domestik, meskipun tidak sedikit pula wisatawan mancanegara yang juga tertarik untuk mengunjungi berbagai destinasi wisata di Malang. Ada beragam alasan mengapa masyarakat Indonesia memilih Kota Malang sebagai destinasi wisata favorit. Diantaranya karena suasana di kota ini yang bersahabat mulai dari cuaca sampai keramahan masyarakat lokal. Selain itu, destinasi wisata di kota ini terbilang unik dengan harga tiket masuk yang terjangkau bagi keluarga Indonesia.

30 tempat wisata di Malang yang wajib dikunjungi

Bagi yang sedang mencari referensi destinasi wisata unik di Malang dan sekitarnya, berikut 30 pilihan spot wisata yang direkomendasikan untuk dikunjungi:

  1. Omah Kayu

Dari sekian banyak destinasi wisata di Malang, Omah Kayu menjadi salah satu yang saat ini banyak digandrungi terutama oleh kalangan travelers muda. Dengan tagline ‘not just a tree house’, spot wisata yang satu ini memberikan sensasi unik bagi para pengunjung untuk menikmati suasana kota Malang dari ketinggian. Spot wisata ini berlokasi di Jln. Gn. Banyak, Gunungsari, Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur. Disini terdapat berbagai bangunan rumah atau bisa juga disebut kabin dengan konsep unik berbahan kayu berkualitas. Rumah-rumah ini berdiri diatas pohon pinus di lereng bukit. Ada total 6 bangunan rumah kayu yang ada di spot wisata Omah Kayu ini. Atap setiap kabin atau rumah kayu terbuat dari bahan ijuk. Interior desain bangunan rumah juga terbilang unik dan spesial. Layaknya seperti rumah biasa, didalam rumah kayu ini terdapat berbagai fasilitas layaknya rumah hunian seperti adanya tempat tidur beserta perlengkapannya, perlengkapan makan, serta teras untuk menikmati pemandangan kota Malang.

Tiket masuk ke Omah Kayu ialah Rp 5.000/orang dan pengunjung bisa melihat-lihat sekitar lokasi serta berkunjung ke Omah Kayu Besar. Sedangkan agar bisa masuk ke Omah Kayu di lereng bukit dan menemukan spot foto terbaik, pengunjung harus membayar lagi Rp 5.000/orang. Untuk harga sewa per kabinnya bervariasi mulai dari Rp 350.000-450.000/kabin/malam. Setiap kabin memiliki ukuran sekitar 3×2 meter persegi sehingga cukup untuk menampung 2-3 orang didalamnya. Rute menuju Omah Kayu bisa ditempuh dari dua akses yang berbeda. Pengunjung bisa menggunakan rute dengan asal keberangkatan dari Kota Malang atau kota Batu. Rute kedua bisa menggunakan asal keberangkatan dari Kediri. Akses menuju lokasi Omah Kayu juga terbilang mudah. Jam operasional Omah Kayu dimulai dari pukul 09.00-17.00 waktu setempat setiap hari.

  1. Eco Green Park

Tempat wisata di Malang selanjutnya yaitu Eco Green Park yang berlokasi di Jl. Raya Oro-Oro Ombo No. 9, Kota Wisata Batu, Jawa Timur. Spot wisata yang satu ini tidak hanya menyenangkan namun juga memberikan nilai edukasi bagi para pengunjungnya. Tidak heran jika sebagian besar pengunjungnya ialah keluarga yang membawa serta anak-anak. Mengenal alam dengan cara yang menyenangkan bisa dilakukan dengan mengunjungi Eco Green Park Malang. Ada banyak kegiatan seru yang bisa dilakukan di spot wisata ini seperti bereksplorasi di hutan, berinteraksi dengan berbagai macam binatang seperti beo, belajar cara mendaur ulang sampah, dan masih banyak lagi.

Terdapat berbagai macam wahana edukatif yang bisa dinimati pengunjung seperti Eco Science Center. Disini, pengunjung bisa belajar lebih mendalam tentang alam dan lingkungan seperti asal usul bumi, kerusakan lingkungan, tambang batu bara, dsb. Ada juga wahana lain seperti Jungle Adventure. Disini pengunjung bisa bereksplorasi di hutan buatan. Selanjutnya ada Owl House dimana pengunjung bisa melihat berbagai jenis burung hantu bahkan bisa berinteraksi langsung dengan mereka. Yang tak kalah menarik ialah wahana World of Parrot. Disini pengunjung bisa berinteraksi dengan burung beo yang berwarna-warni. Pengunjung bisa memegang dan berfoto dengan burung cerewet ini. Masih ada wahana seru lainnya yang bisa dicoba di spot wisata ini seperti Rumah Hidroponik, Hanoman Bioskop 3 Dimensi, Animal Farm, Water Outbond, Metal Recycle, dll.

Fasilitas di Eco Green Park cukup lengkap seperti Food court, Area parkir, Area merokok, Pusat informasi, Shuttle train/car, dll. Akses menuju lokasi wisata juga terbilang mudah. Eco Green Park masih menjadi bagian dari Jatim Park Group. Sehingga letaknya memang masih berdekatan. Bagi pengunjung yang berasal dari Jawa Tengah bisa mengambil jalur pantai Selatan dari Solo. Sedangkan yang berasal dari Surabaya bisa mengambil jalur Tol Surabaya Gempol. Jam operasional Eco Green Park yaitu 09.00-17.00. waktu setempat. Untuk harga tiketnya yaitu Rp 50.000/orang (Senin-Kamis) dan Rp70.000/orang (Jumat-Minggu).

  1. Kusuma Agrowisata

Lokasi wisata Malang selanjutnya ialah Kusuma Agrowisata yang cocok untuk menjadi destinasi wisata keluarga dan beralamat di Jl. Abdul Gani, Batu, Malang, JawaTimur.  Kawasan wisata ini berada diarea pegunungan Panderman, tepatnya diketinggian 1000 mdpl. Disini, pengunjung bisa menikmati keindahan perkebunan buah-buahan seperti apel malang yang sudah sangat terkenal di Indoneisa. Selain bisa mengunjungi perkebunan, pengunjung juga diperbolehkan untuk memetik buah sendiri. Ragam buah yang tersedia selain apel ialah jambu, mangga, jeruk, stroberi, buah naga, dan berbagai macam sayuran hidroponik. Ini merupakan lokasi favorit keluarga dan rombongan anak sekolah karena spot wisata ini selain menyenangkan juga memberikan nilai edukasi bagi pengunjung untuk lebih mengenal tanaman dan buah-buahan.

Ada berbagai wahana di Kusuma Agrowisata ini seperti misalnya wahana outbond, airsoft gun, ATV, dll. Disini juga ditawarkan berbagai paket wisata menarik untuk dipilih pengunjung misalnya saja paket wisata ayok panen, ayok petik, atau paket edukasi. Kemudian, ada juga wahana water park yang bisa dinikmati pengunjung selama mengunjungi spot wisata edukasi ini. Ada berbagai kegiatan edukasi yang menarik terutama untuk anak-anak seperti misalnya permainan beregu, tangkap ikan, menyaksikan pertunjukan seni, dll. Untuk fasilitasnya sendiri sudah sangat memadai mulai dari area parkir yang luas, tempat ibadah, food court, sapai toilet.

Untuk harga tiket masuknya sendiri tergantung dari jenis paket wisata yang dipilih. Misalnya saja untuk bisa masuk ke area water park, maka pengunjung harus membayar Rp 20.000-25.000/orang. Sedangkan untuk paket lainnya seperti paket petik buah dan paket edukasi berkisar mulai dari Rp 25.000-135.000/orang. Jam operasional Kusuma Agrowisata dimulai dari pukul 08.00-17.00 waktu setempat. Untuk rutenya sendiri cukup mudah karena ada berbagai jalur yang bisa dipilih sesuai dari asal keberangkatan pengunjung. Beberapa jalur yang bisa ditempuh ialah dari Pujon Lor dengan jarak tempuh 49 menit. Kemudian, bisa juga berangkat dari Pasar Batu Akik dan Permata dengan jarak tempuh sekitar 38 menit. Lalu bisa juga mengambil jalur keberangkatan dari terminal Landungsari dengan jarak tempuh sekitar 32 menit.

  1. Air Terjun Coban Pelangi

Tempat wisata di Malang berikutnya ada Air Terjun Coba Pelangi yang sudah sangat terkenal terutama dikalangan masyarakat Malang dan sekitarnya. Spot wisata ini berlokasi di Ngadas, Poncokusumo, Malang, Jawa Timur. Malang memang dikenal dengan keindahan alamnya yang tak terhingga. Ada beragam pilihan destinasi wisata alam yang menjadi favorit berbagai kalangan. Untuk air terjun sendiri, mayoritas pengunjungnya ialah anak-anak muda. Air terjun ini berlokasi di kaki gunung Semeru, lebih tepatnya berada diketinggian 1400 mdpl. Ini merupakan spot wisata yang masih masuk dalam kawasan Perum Perhutani Malang dan bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 100 meter. Air yang mengalir dari atas tebing memiliki arus yang cukup deras sehingga memang pengunjung sering diingatkan untuk berhati-hati ketika berada di sekitarnya. Pesona air terjun ini dibingkai dengan pohon-pohon besar yang menjulang sehingga membuat suasana disini menjadi semakin sejuk dan asri. Yang unik dari air terjun ini ialah pelangi yang tereflesikan di sekitarnya. Namun memang tidak setiap saat fenomena pelangi ini muncul. Tidak heran jika banyak yang betah berlama-lama di lokasi wisata ini.

Untuk fasilitasnya sendiri, Air Terjun coban Pelangi dilengkapi dengan fasilitas ibadah, tempat parkir, warung-warung, serta toilet. Untuk harga tiket masuknya sendiri yaitu Rp 3.000/orang dan dibuka setiap hari. Untuk biaya parkir yaitu Rp 10.000/mobil dan Rp 5.000/motor. Pengunjung juga bisa mencoba aktifitas tubing dengan membayar Rp 5.000/orang. Untuk aktifitas rafting, pengunjung diharuskan membayar sekitar Rp 35.000/tim.  Direkomendasikan untuk berkunjung kesini pada pagi atau sore hari karena pengunjung harus mendaki sekitar 1,5km sebelum sampai di lokasi. Dari pusat kota Malang, lokasi bisa ditempuh dengan jarak 78 km. Untuk rutenya sendiri pengunjung bisa memilih berbagai rute tergantung dari asal keberangkatan. Yang menjadi tantangan ialah ketika harus melewati rute pendakian sepanjang 1,5km sebelum sampai di lokasi.

  1. Coban Tondo

Spot wisata Malang selanjutnya ialah air terjun Tundo atau juga dikenal dengan nama Coban Tondo. Objek wisata alam ini berlokasi di desa Sidosari, kecamatan Sumbermanjing Wetan, Malang, Jawa Timur. Dari pusat kota Malang, ia memiliki jarak tempuh sekitar 134 km. Spot wisata alam di Malang ini memang belum begitu popular namun sudah menarik banyak perhatian terutama karena suasana alam sekitarnya yang sejuk dan menenangkan. Banyak yang berkunjung ke tempat ini hanya untuk menghilangkan penat dan stres. Bagi pengunjung yang lebih suka dengan destinasi wisata yang tidak begitu dipadati wisatawan, maka air terjun coban Tondo ini merupakan pilihan yang tepat. Di lokasi air terjun, terdapat tiga aliran air terjun yaitu Coban 1, 2 dan 3.

Untuk aksesnya sendiri, jalan utama sudah beraspal sehingga perjalanan akan lebih lancar. Untuk bisa sampai dilokasi, pengunjung bisa menggunakan dua jalur utama yaitu via kecamatan Bululawang atau via desa Klepu dan desa Sukodono. Rute jalan bisa dilalui berbagai jenis kendaraan baik kendaraan roda empat maupun kendaraan roda dua. Namun jika pengunjung menggunakan mobil, maka harus diparkirakan jauh sebelum lokasi. Perjalanan bisa dilakukan dengan berjalan kaki ataupun menyewa ojek. Namun jika pengunjung menggunakan motor, maka tidak perlu menempuh perjalanan jauh untuk sampai dilokasi karena terdapat area parkir motor di dekat lokasi.

Sesampainya di lokasi, pengunjung bisa melakukan berbagai aktifitas seru seperti berendam, berenang, dan menyusuri ketiga Condo. Namun sebelum bisa menikmati ketiga air terjun Tondo ini, pengunjung diharuskan membayar tiket masuk sebesar Rp5.000/orang belum termasuk biaya parkir kendaraan. Untuk jam operasionalnya sendiri, spot wisata ini dibuka setiap hari mulai pukul 07.00-17.00 waktu setempat. Untuk fasilitasnya sendiri cukup lengkap karena sudah tersedia fasilitas kamar mandi, warung-warung yang menjajakan makanan, sampai tempat ibadah.

  1. Coban Nirwana

Coban Nirwana merupakan spot air terjun selanjutnya yang menjadi salah satu tempat wisata di Malang terfavorit. Curug atau air terjun ini memiliki nama lain yaitu Coban Mbok Karimah. Spot wisata yang satu ini memang terbilang baru di Malang. Namun namanya semakin terkenal karena banyak wisatawan lokal, khususnya kalangan muda yang mulai berpetualang ke lokasi. Poin penting dari air tejun ini ialah kondisinya yang masih terjaga karena belum banyak terjamah. Sehingga lebih nyaman untuk dikunjungi karena jumlah pengunjung dihari normal juga tidak begitu memadati  lokasi.

Spot wisata ini berada di kecamatan Gedangan tepatnya di perbatasan antara kawasan Gedangan dan Sumber Manjing Wetan, Malang Jawa Timur. Lokasi bisa ditempuh menggunakan berbagai jenis kendaraan namun lebih direkomendasikan untuk menggunakan motor. Dari pusat kota Malang, ia bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih 1 jam perjalanan. Akses jalan utama menuju lokasi sudah beraspal sehingga perjalanan akan lancar. Namun beberapa kilometer sebelum lokasi, akses jalan memang belum beraspal dan cukup berbahaya. Namun semua akan terbayar ketika pengunjung tiba di lokasi karena akan di suguhkan dengan pemandangan air terjun yang masih asli.

Untuk harga tiket masuknya sendiri gratis karena spot wisata ini masih terbilang baru dan hanya dikelola masyarakat sekitar. Coban Nirwana ini dibuka setiap hari termasuk hari libur. Bagi pengunjung yang membawa kendaraan misalnya motor, maka bisa mentipkannya dirumah-rumah warga untuk kemudian membayar biaya parkir seikhlasnya. Perlu diperhatikan bahwa disekitar air terjun ini belum dilengkapi fasilitas yang memadai. Untuk toilet misalnya, pengunjung bisa menumpang di rumah warga. Untuk perbekalan seperti makanan atau minuman dianjurkan untuk membawa sendiri dari rumah.

  1. Air Terjun Sumber Pitu

Spot wisata Malang selanjutnya ialah Air Terjun Sumber Pitu atau warga lokal menyebutnya dengan  Coban Sumber Pitu. Dari sekian banyak air terjun di Malang, ini merupakan salah stau spot air terjun yang terunik karena ia memiliki 7 sumber air yang jaraknya berdekatan dengan ketinggian yang juga tidak jauh beda satu sama lain. Air terjun yang mengalir dari tebing memiliki ketinggian rata-rata sekitar 50 meter. Lokasi Air Terjun Sumber Pitu yaitu berada di desa Pujon, kecamatan Pujon, kabupaten Malang, Jawa Timur. Akses menuju  lokasi terbilang mudah karena tersedia beberapa rute pilihan. Tentu saja jalur yang paling mudah ialah menggunakan rute Batu-Kediri. Pengunjung akan diharuskan untuk berjalan kaki sebelum sampai di lokasi dengan jarak 2 km. Tentu saja di sepanjang perjalanan menuju lokasi pengunjung akan disuguhi dengan keindahan alam yang asri. Pengunjung juga akan menemui 2 pos yang merupakan pos informasi serta pos peristirahatan sebelum sampai di lokasi.

Ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan di lokasi air terjun ini seperti merendam kaki yang lelah sehabis melakukan pendakian singkat, berfoto, atau sekedar menikmati suasana alam disekitar lokasi yang menyejukkan. Disarankan untuk tidak berkunjung ketika puncak musim kemarau karena biasanya debit air berkurang dan derasnya air terjun yang jatuh dari tebing menjadi kurang dramatis. Masing-masing air terjun dilokasi memang tidak begitu tinggi. Namun yang membuat air terjun ini unik ialah bagaimana ketujuh air terjun tersebut terlihat seolah keluar dari dinding yang dipenuhi tanaman hijau. Tidak heran jika lokasi ini sering dijadikan sebagai lokasi foto yang instagrammable. Untuk harga tiket masuk Air Terjun Sumber Pitu yaitu Rp 10.000/orang belum termasuk biaya parkir kendaraan. Jam operasionalnya sendiri dimulai dari pukul 08.00-18.00 waktu setempat setiap hari.

  1. Banyu Anjlok

Satu lagi tempat wisata di Malang yang unik, Banyu Anjlok. Spot wisata ini sebenarnya lokasi pantai Banyu Anjlok Malang yang sudah terkenal dan berlokasi di desa Purwodadi, kecamatan Tirtoyudo, kabupaten Malang, Jawa Timur. Namun selain pantai, disini pengunjung juga bisa menikmati keindahan air terjun Banyu Anjlok yang juga tidak kalah indahnya. Jadi, pengunjung bisa mengunjungi pantainya sekaligus air terjunnya yang unik. Pantai Banyu Anjlok sendiri sudah sangat terkenal di Malang karena pesonanya yang memang menakjubkan. Untuk air terjunnya sendiri memang tidak setinggi air terjun kebanyakan dimana ia hanya memiliki tinggi sekitar 7-8 meter. Namun karena lokasinya yang tepat bersandingan dengan pantai, membuatnya lebih menarik. Ini juga menjadi spot wisata yang paling diincar anak muda karena foto-foto yang dihasilkan sangat instagrammable.

Untuk rutenya sendiri, pengunjung bisa berangkat langsung dari kota Malang. Selanjutnya pengunjung tinggal mengambil jalur ke arah selatan dengan tujuan kota Dampit. Perjalanan dilanjutkan menuju jalur arah Lumajang sampai menemui pertigaan Tirtoyudo. Ambil jalur kanan di pertigaan untuk melanjutkan perjalanan ke arah Pantai Sipelot dan Pantai Pujiharjo. Dari sana, terus ikuti jalan utama sampai ke pertigaan. Lanjutkan perjalanan ke arah Pantai Lenggoksono dan Pantai Wediawu. Maka pengunjung akan menemui loket wisata. Perjalanan dilanjutkan sampai pengunjung tiba di Pantai Banyu Anjlok. Perjalanan bisa ditempuh kurang lebih dalam waktu 3 jam dari kota Malang. Untuk bisa sampai di lokasi, pengunjung hanya bisa menggunakan kendaraan roda dua atau jalan kaki sehingga jika menggunakan mobil harus di parkir terlebih dahulu.

Info Lainnya:  Tempat Wisata Di Padang Yang Wajib Dikunjungi

Sama seperti di pantai lainnya, pengunjung bisa menikmati berbagai kegiatan seru selama berada di Banyu Anjlok. Pengunjung bisa berenang, snorkeling, ataupun sekedar berjemur di tepi pantai. Namun tentu saja jangan lewatkan untuk berendam disekitar air terjun Banyu Anjlok dan berfoto ria untuk mengabadikan momen seru liburan. Untuk harga tiket masuknya sendiri, pengunjung akan dikenakan biaya sebesar Rp 5.000/orang dan dibuka setiap hari. Spot wisata unik yang satu ini cocok untuk dijadikan destinasi wisata keluarga maupun bersama rombongan teman dan komunitas.

  1. Masjid Tiban Malang

Penduduk asli Malang pasti sudah tahu tentang Masjid Tiban Malang. Selain karena desain arsitekturnya yang unik, banyak cerita tentang mesjid ini yang membuat wisatawan semakin penasaran untuk berkunjung. Berlokasi di Jl. KH. Wahid Hasyim, Gang Anggur, Sananrejo, Turen, Malang, Jawa Timur, spot wisata Malang ini sudah banyak menarik perhatian wisatawan lokal dan mancanegara. Mesjid ini memiliki desain interior maupun eksterior yang indahnya memang tidak bisa digambarkan. Didominasi oleh warna biru, mesjid ini terlihat mencolok dibanding bangunan lain di sekitarnya. Bisa dikatakan bangunan mesjid ini mirip seperti istana kerajaan yang megah. Mesjid ini berada dikompleks pondok pesantren yang terdiri dari ribuan santriawan dan santriwati.

Pengunjung juga akan disuguhkan dengan berbagai mitos misalnya saja bahwa bangunan mesjid yang terdiri dari kubah-kubah mewah ini dibangun oleh pasukan jin. Namun faktanya, mesjid ini dibangun oleh tangan manusia. Ada juga cerita bahwa mesjid ini dibangun dalam waktu semalam. Namun mesjid yang terdiri dari 10 lantai ini membutuhkan waktu lama untuk bisa berdiri sebagai bangunan megah seperti sekarang. Ia mulai dibangun dari tahun 1978 oleh Romo Kiai Ahmad. Bagi umat Muslim, berkunjung ke Masjid Tiban ialah sebagai wisata religi. Didalam mesjid, terdapat lorong dan ruangan megah dengan desain arsitektur yang elegan.

Untuk fasilitas disekitar Masjid Tiban sudah cukup lengkap seperti lahan parkir yang luas, toko souvenir, tempat makan,  gazebo, kolam renang, serta toilet umum. Untuk bisa sampai di lokasi, pengunjung bisa berangkat dari kota Malang. Jika mengambil kendaraan umum, pengunjung bisa naik angkutan umum jurusan AG atau LG menuju Terminal Gadang. Perjalanan bisa dilanjutkan dengan bus jurusan Malang-Turen-Dampit. Pengunjung selanjutnya tinggal berhenti dikawasan mesjid Tiban. Pengunjung juga bisa berangkat dari SMAN Malang dengan waktu tempuh sekitar 34 menit. Jika berangkat dari Stasiun Jagalan Malang waktu tempuhnya sekitar 44 menit. Untuk harga tiket masuknya sendiri tidak dipungut biaya alias gratis. Pengunjung hanya diharuskan membayar biaya parkir sebesar Rp 2.000/motor dan Rp 5.000/mobil. Pastikan untuk berpakaian sopan dan menghormati jamaah ketika berwisata religi ke Masjid Tiban Malang ini.

  1. Wisata Tubing Wringinanom

Berwisata di Malang bisa dilakukan dengan berbagai cara. Sebagian traveler suka kegiatan santai dan relaksasi. Sebagian lagi lebih menyukai kegiatan menantang yang menguji adrenalin seperti kegiatan tubing di Wringinanom. Wisata Tubing Wringinanom berlokasi di desa Besuki, Wringinanom, Poncokusumo, Malang, Jawa Timur. Tempat wisata di Malang ini berada di lereng Gunung Semeru. Ide wisata tubing atau body rafting di Wringinanom Poncokusumo ini muncul dari komunitas karangtaruna pemuda setempat yang ingin memanfaatkan lokasi sebagai wisata yang menjanjikan dan memuaskan para petualang. Lokasi wisata tubing ini berjarak sekitar 7 km dari pusat kecamatan Poncokusumo.

Fasilitas yang tersedia dikawasan wisata tubing Wringinanum ini cukup lengkap seperti rest area Gubuk Klakah yang sering dijadikan lokasi istirahat para pendaki yang menuju ke gunung Bromo. Terdapat juga area kemah serta tracking trail motor yang bisa sekalian dicoba pengunjung setelah menikmati serunya tubing. Pengunjung yang ingin menghabiskan waktu lebih lama disekitar lokasi juga tidak perlu khawatir karena sudah terdapat fasilitas penginapan yang bisa disewa. Tentu saja kegiatan tubing akan dipandu oleh profesional dan pengunjung akan dilengkapi dengan perlengkapan keamanan yang memadai untuk menjamin keselamatan ketika tubing di sungai. Tiba di hulu sungai, pengunjung akan disambut dengan keindahan air terjun Coban Pelangi. Untuk bisa menikmati wisata tubing, pengunjung akan dikenakan biaya sebesar Rp 15.000/orang. Harga yang terjangkau untuk pengalaman yang tidak mudah untuk dilupakan tentunya.

  1. Rafting Sungai Bango

Wisata Malang selanjutnya bisa dilakukan dalam bentuk kegiatan rafting di sungai Bango. Rafting sendiri merupakan salah satu kegiatan yang memicu adrenalin. Bagi para petualang, kegiatan ini seru untuk dilakukan terlebih ini juga masuk dalam kategori olahraga air. Jadi selain seru, kegiatan ini juga menyehatkan, tentunya jika dilakukan dengan pengawasan profesional. Lokasi rafting Sungai Bango ini berada di Jl. Terusan Sulfat 44A, kelurahan Pandanwangi, kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur. Sungai ini ideal untuk dijadikan lokasi rafting karena terdapat banyak sumber mata air disekitar  sungai. Selain itu, terdapat juga ragam tanaman bambu, instalasi pengolahan limbah air rumah tangga, ragam vegetasi, dan potensi lainnya.

Untuk bisa menikmati rafting dengan aman, pengunjung bisa booking Arussiana Rafting yang menyediakan berbagai paket rafting baik untuk pemula maupun profesional. Basecampnya sendiri berada di tepian sungai. Pengunjung nantinya akan diberikan beberapa pilihan rafting. Misalnya saja seperti trip sulfat yang merupakan trip Sulfat dengan jarak pendek yaitu hanya menghabiskan waktu tempuh sekitar 1,5 jam saja. paket rafting ini ditujukan bagi para pemula yang ingin merasakan sensasi rafting. Kemudian ada juga paket trip Gadang yang lebih ditujukan bagi yang sudah cukup berpengalaman dalam rafting. Rute yang disediakan pun lebih ekstrim dan menantang. Jalurnya pun lebih panjang yaitu menempuh jarak sampai 3,5 jam untuk bisa finish.

Agar bisa sampai di lokasi, pengunjung yang dari kota Malang bisa langsung mengambil jalur ke menuju Jl. Sulfat. Wkatu tempuhnya terbilang sebentar yaitu hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit sebelum sampai di lokasi karena hanya berjarak 5.8 km saja dari pusat Kota Malang. Untuk bisa menikmati kegiatan rafting, pengunjung akan dikenakan biaya sesuai dengan paket yang dipilih. Kisaran biaya yang diperlukan untuk sekali rafting ialah sekitar Rp 100.000-200.000/paket. Tentunya harga ini sebanding dengan pengalaman yang didapat serta keamanan yang dijamin oleh pemandu rafting profesional.

  1. Ndayung Rafting

Satu lagi tempat wisata di Malang yang menyajikan fasilitas untuk kegiatan rafting ialah N’dayung Rafting. Perusahaan wisata swasta di Malang ini bergerak khusus dibidang wisata outdoor dengan salah satu kegiatan wisata andalannya rafting. Ia berlokasi di desa Gubuk klakah, kecamatan Poncokusumo, Malang, Jawa Timur. Kegiatan rafting sendiri memang sudah banyak peminatnya. Selain seru, kegiatan ini juga memicu adrenalin dan bisa membantu melepas penat. Lokasinya sendiri berada di lereng gunung Semeru tepatnya disebelah utara. Yang membuat kegiatan rafting di lokasi ini lebih menarik ialah karena disuguhkannya pemandangan alami tebing, kawasan hutan, serta pemandangan kebun apel dan sayur di sepanjang jalur rafting yang dilewati.

Jalur rafting sendiri menggunakan aliran sungai dari air terjun Coban Pelangi yang masih menjadi bagian dari kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Pengunjung akan dibawa untuk melewati 20 jeram serta dua jeram andalan yang memiliki ketinggian 4-5 meter. Kemudian, pengunjung juga bisa menikmati kegiatan lainnya speerti outbond, air softgun, paintball, dll. Fasilitas disekitar basecamp Ndayung Dafting juga sudah cukup memadai seperti fasilitas toilet umum, homestay, camping ground, dan fasilitas dasar lainnya. Untuk bisa menikmati kegiatan rafting pengunjung akan dikenakan biaya sekitar Rp 200.000/orang. Sedangkan untuk kegiatan lain seperti outbond dikenakan biaya Rp 175.000/orang. Untuk kegiatan paintball dikenakan biaya Rp 150.000/orang dan untuk air softgun dikenakan biaya Rp 125.000/orang. Jika pengunjung ingin berkemah, maka akan dikenakan biaya sebesar Rp 100.000/orang.

Untuk bisa sampai di lokasi, pengunjung bisa berangkat dari arah kota Malang. Pengunjung bisa menggunakan jalur via Jl. Raya Bogor dengan jarak tempuh sekitar 30 km dan membutuhkan waktu tempuh sekitar 60 menit. Pengunjung juga bisa mengambil jalur via Jl. KH. Malik dengan jarak tempuh sekitar 30.5 km dengan waktu tempuh sekitar 65 menit. Jalur alternatif lainnya yaitu via Jl. Raya Pakis dengan jarak tempuh 32.7 km dan membutuhkan waktu tempuh sekitar 70 menit. Jika pengunjung merasa sedikit bingung, maka pengunjung bisa mengambil jalur yang menuju ke arah Coban Pelangi dimana pengunjung akan melewati Tumpang arah Poncokusumo. Tidak sulit untuk menemukan lokasi rafting ini karena sudah cukup populer sehingga bisa juga bertanya pada warga sekitar.

  1. Toko Oen

Toko Oen merupakan spot wisata Malang yang wajib dikunjungi. Tidak lengkap rasanya jika berwisata ke Malang tanpa berkunjung ke toko yang memiliki usia lebih tua dibanding kemerdekaan Indonesia sendiri. Toko Oen sudah seperti ikon kota Malang yang sudah sangat terkenal dikalangan wisatawan khususnya masyarakat Malang dan sekitarnya. Lokasi Toko Oen ini berada di Jl. Jenderal Basuki Rahmat No. 5 Malang, Jawa Timur. Lokasinya yang masih berada disekitar Alun-Alun Kota Malang membuat pengunjung tidak akan kesulitan menemukan tempat ini.

Di Toko Oen ini terdapat berbagai jenis makanan yang diolah dengan tangan-tangan profesional. Yang menarik dari Toko Oen ialah ia sudah ada sejak tahun 1930. Tidak hanya usianya saja yang sudah tua namun ia juga berdiri diatas bangunan tua yang memberikan sensasi klasik jaman Belanda. Menu andalan di Toko Oen ini ialah es krimnya. Menu eskrim disediakan dalam berbagai pilihan rasa sehingga pengunjung bisa memilih sendiri menu favorit. Yang menjadi favorit ialah es krim stroberinya. Yang membuat es krim di toko ini unik ialah karena dibuat secara manual dan tanpa ditambahi bahan pengawet apapun. Ada juga menu steak lidah yang menjadi andalan toko ini dan sudah banyak penggemarnya. Steak lidah dengan citarasa spesial dan tekstur yang empuk sudah barang tentu bisa memanjakan lidah para pengunjung. Untuk harga menu makanan yang ada di toko ini bervariasi namun bisa dibilang masih terjangkau dengan kantong masyarakat Indonesia. Untuk es krimnya bervariasi mulai dari Rp 20.000/ serving. Hal menarik lain dari Toko Oen ini ialah bangunannya yang klasik bergaya Belanda. Jadi selain menikmati hidangan khas, pengunjung juga bisa menikmati keindahan arsitektur gaya lama yang menawan.

Untuk bisa sampai di Toko Oen, pengunjung hanya perlu ke pusat Kota Malang. Ia hanya berjarak 3.3 km dari pusat kota Malang dengan waktu tempuh hanya sekitar 10 menit. Pengunjung juga bisa menggunakan berbagai jalur misalnya saja via Jalan Raya Lawang atau Jalan Trunujoyo. Tidak sulit menemukan Toko Oen karena masih satu kawasan dengan Alun-Alun Kota Malang. Pengunjung juga bisa berjalan kaki menuju lokasi sambil menikmati keindahan suasana alun-alun.

  1. Museum Malang Tempo Doeloe

Tempat wisata di Malang yang tergolong baru namun unik ialah Museum Malang Tempo Doeloe. Berkunjung ke museum merupakan salah stau pilihan wisata yang bisa dinikmati wisatawan diberbagai usia. Mempelajari tentang sejarah kota Malang melalui museum ini lebih seru karena ada banyak hal yang bisa dilihat. Museum ini semula berada di Jl. Gajah Mada No. 2, Kota Malang, Jawa Timur. Namun sejak tahun 2018, lokasinya berpindah ke kecamatn Tumpang tepatya disekitar Pasar Sayur. Alasan pemindahan lokasinya sendiri dikabarkan karena dilokasi asal, bangunannya memiliki luas yang sempit. Dilokasi baru, lokasinya memiliki luas sekitar 1 ha sehingga lebih memadai untuk dijadikan museum.

Di Museum Malang Tempo Doeloe ini, pengunjung bisa mempelajari sejarah kota Malang yang sudah ada sejak tahun 1914. Selain itu, pengunjung juga akan disuguhkan dengan berbagai koleksi museum yang tidak hanya mengandung nilai sejarah namun juga nilai artistik yang tinggi. Salah satu yang menarik perhatian ialah tembikar yang sudah berusia ratusan tahun dan merupakan bukti sejarah keberadaan kerajaan yang pernah berjaya di Malang. Setiap zona di museum diatur sesuai dengan tema zaman. Misalnya zaman ketika Indonesia dimasuki pendatang dari negara lain, zaman perkembangan, dll.

Harga tiket masuk Museum Malang Tempo Doeloe ialah sebesar Rp 15.000/orang khusus untuk masyarakat Malang. Sedangkan untuk pelajar ialah sebesar Rp 10.000/orang. Untuk masyarakat yang berasal dari luar kota Malang akan dikenakan tiket masuk sebesar Rp 25.000/orang. Dengan membayar tiket, maka pengunjung akan mendapatkan merchandise khusus sebagai kenang-kenangan dan pengingat pernah mengunjungi museum ini. Jam operasional museum ini mulai dari pukul 08.00-17.00 waktu setempat. Museum ini dibuka setiap hari sehingga pengunjung bisa berkunjung kapanpun baik di hari kerja maupun akhir pekan. Pengunjung bisa mengambil jalur via Jl. Lawang untuk bisa sampai di lokasi jika berangkat dari pusat kota Malang. Perjalanan bisa ditempuh dalam waktu sekitar 6-8 menit karena hanya memiliki jarak tempuh sekitar 2.1 km saja.

  1. Museum Angkut

Museum lainnya yang menarik di kota Malang ialah Museum Angkut yang berlokasi di Jl. Terusan Sultan Agung Atas no. 2 Kota Wisata Batu, Jawa Timur. Spot wisata Malang ini sangat ikonik dan sudah sangat terkenal terutama dikalangan masyarakat Malang dan sekitarnya. Ini merupakan museum yang unik dan jauh dari kata membosankan karena memiliki konsep yang sangat menarik. Ada berbagai koleksi mobil tua yang otentik. Koleksi mobil tersebut juga berasal dari berbagai benua seperti Asia, Eropa, dan Amerika. Berbagai koleksi kendaraan tua yang berasal dari Indonesia pun ada di museum ini seperti kendaraan yang masih menggunakan tenaga sapi ataupun kuda. Yang lebih menarik lagi ialah terdapat mobil yang pernah dikendarai Presiden Soekarno, yang merupakan presiden pertama Indonesia.

Dekorasi museum ini didesain secara unik karena mengusung konsep internasioal. Misalnya saja untuk koleksi mobil Eropa didesain dengan dekorasi ala kota Buckingham Inggris. Untuk koleksi mobil Amerika, didesain dengan gaya ala kota New York. Masih banyak dekorasi unik lainnya termasuk menara eiffel yang ikonik. Pengunjung bisa mengunjungi berbagai zona termasuk zona edukasi dimana tidak hanya terdapat koleksi kendaraan saja namun juga informasi tentang fakta sejarahnya. Salah satu zona yang menjadi favorit ialah zona Hollywood dimana pengunjung akan merasa seolah sedang berada di studio film sungguhan. Ada berbagai koleksi kendaraan yang berasal dari film-flm box office seperti Fast and Furious. Bahkan ada juga patung Hulk yang ikonik.

Untuk harga tiket masuk Museum Angkut ini pengunjung dikenakan biaya sebesar Rp 50.000/orang (Senin-Jumat) dan Rp 75.000/orang (Sabtu Minggu). Harga tiket masuknya memang terbilang lebih mahal jika dibandingkan museum lainnya. Namun tentunya pengalamaan, pengetahuan, dan keseruan yang didapat sudah sangat sebanding. Museum ini juga cocok untuk berbagai kalangan usia. Bahkan museum ini memiliki banyak lokasi foto yang menarik atau biasa disebut instagrammable oleh kalangan anak muda jaman sekarang. Jam loket buka mulai dari pukul 11.00-19.00 waktu setempat. Sedangkan jam buka museum mulai dari pukul 12.00-20.00 waktu setempat. Untuk bisa sampai di lokasi, pengunjung bisa mengambil jalur via Jalan Ir. Soekarno dengan jarak tempuh 18.6 km dan waktu tempuh sekitar 52 menit. Pengunjung juga bisa menggunakan jalur lainnya yaitu via Jalan Lawang dengan jarak tempuh 25.7 km dan waktu tempuh 75 menit.

  1. D’Topeng Kingdom Museum
Info Lainnya:  Objek Wisata di Semarang yang Paling Nyaman Untuk Dikunjungi

Tidak jauh dari Museum Angkut, ada lagi tempat wisata di Malang yang unik yaitu D’Topeng Kingdom Museum. Museum ini terbilang baru karena dibuka hanya beberapa tahun yang lalu saja tepatnya tanggal 23 Mei 2014. Museum ini beralamat di Jalan Terusan Sultan Agung No. 2, Batu, Ngaglik, Kota Batu, Jawa Timur. Museum ini satu-satunya museum topeng yang ada di Asia Tenggara sehingga menjadi kebanggaan tersendiri bagi Indonesia. Yang menarik dari museum ini ialah koleksi topeng-topeng dari berbagai daerah seperti khas Jawa Timur, Kalimantan, Sulawesi, NTB sampai Papua yang ikonik. Selain koleksi topeng sekitar 2000 buah, museum ini juga merupakan rumah bagi berbagai koleksi benda-benda yang memiliki nilai sejarah terutama benda prasejarah dari jaman kerajaan Majapahit. Bagi para wisatawan yang bosan dengan suasana museum yang itu-itu saja, D’Topeng Kingdom Museum ini bisa menjadi pilihan tepat karena sangat unik dan ikonik. Pengunjung juga bisa menambah wawasan tentang sejarah dari berbagai daerah di Indonesia disatu tempat ini.

Fasilitas yang ada di museum ini cukup lengkap seperti adanya lahan parkir yang luas, toilet umum, tempat istirahat, mushola, sampai rumah makan. Bahkan disekitar lokasi juga sudah terdapat berbagai penginapan untuk disewa pengunjung yang berasal dari luar kota. Untuk bisa masuk ke museum ini, pengunjung akan dikenakan biaya tiket masuk sebesar Rp 25.000/orang (Senin-Jumat) dan Rp 30.000/orang (Sabtu-Minggu). Jam operasionalnya sendiri dibuka mulai pukul 12.00-20.00 waktu setempat. Harga tiket masuk D’Topeng Kingdom Museum ini terbilang terjangkau bagi keluarga Indonesia dan sebanding dengan pengalaman dan ilmu yang didapat.

Untuk bisa sampai ke lokasi, pengunjung bisa menggunakan berbagai alternatif jalan. Bagi pengunjung yang berangkat dari Kota Malang, maka bisa langsung menuju Kota Batu. Pengunjung bisa naik angkutan umum jurusan Arjosari-Dinoyo-Lindungsari atau Arjosari-Lindungsari. Kemudian turun di terminal Lindungsari. Perjalanan bisa dilanjut dengan naik angkutan umum menuju Terminal Batu dan menuju D’Topeng Kingdom Museum. Pengunjung yang menggunakan kendaraan pribadi bisa menggunakan jalur via Jalan Ir.Soekarno dengan waktu tempuh sekitar 49 menit dan jarak tempuh 18.8 km. Alternatif lain yaitu via Jalan Raya Lawang-Malang dengan jarak tempuh 25.7 km dan waktu tempuh 82 menit.

  1. Pantai Sipelot

Pantai Sipelot merupakan salah satu spot wisata Malang yang terbilang baru. Kini sudah mulai banyak pengunjung yang tertarik untuk mendatangi destinasi wisata alam ini karena keindahannya. Terlebih, pantai ini belum banyak terjamah manusia sehingga suasana pantainya masih ‘virgin’. Pantai ini berlokasi di desa Pujiharjo, kecamatan Tortoyudo, kabupaten Malang, Jawa Timur. Pantai ini cocok untuk dijadikan destinasi wisata alam yang menenangkan. Pantai ini jauh dari suasana hiruk pikuk kebanyakan pantai lainnya. Sehingga cocok untuk pengunjung yang ingin liburan santai tanpa berdesakan dengan turis lainnya.

Yang menarik dari Pantai Sipelot ini selain suasananya yang tenang ialah keindahan pantainya yang terhampar sepanjang 2 km. Ada tiga area di pantai ini dimana di area kanan dan kiri bisa digunakan pengunjung untuk melakukan kegiatan apapun. Sedangkan area tengah khusus digunakan untuk tempat parkir perahu nelayan warga lokal. Selain menikmati suasana pantai, pengunjung juga bisa melihat keindahan air terjun Sipelot dengan ketinggian 10 meter dan berlokasi disebelah barat pantai. Air yang terjun berasal dari bukit hijau diatas tebing. Untuk bisa mencapai lokasi, pengunjung bisa menyewa perahu nelayan dengan harga yang bisa dinego. Untuk fasilitas memang belum begitu memadai karena merupakan destinasi wisata yang terbilang baru. Pengelolaannya pun masih mengandalkan warga sekitar.

Untuk bisa sampai di lokasi memang akan memakan waktu yang sedikit lebih lama karena lokasinya sendiri yang berada diujung timur Malang dan hampir berbatasan dengan Lumajang. Bagi pengunjung yang berangkat dari kota Malang, maka bisa mengambil rute ke arah Bululawang menuju Gondanglegi lalu ke Turen. Sampai di Turen, perjalanan dilanjutkan menuju Dampit lalu Tirtoyudo dan sampai di pertigaan. Dari pertigaan, ambil arah kanan dengan tujuan desa Pujiharjo. Darisana lokasi sudah tidak jauh lagi dan kalaupun masih bingung bisa bertanya pada warga sekitar. Untuk harga tiket masuknya sendiri gratis. Namun pengunjung harus membayar biaya parkir kendaraan sebesar Rp 2.000-5.000/kendaraan pada warga setempat yang mengelola area parkir.

  1. Pantai Balekambang

Spot wisata Malang yang bertema pantai masih banyak. Salah satu diantaranya ialah Pantai Balekambang, pantai dengan nuansa yang unik sekaligus ikonik bagi kota Malang. Jika dilihat sekilas, maka pantai ini sedikit mirip dengan pantai di Tanah Lot pulau Bali. Miripnya kedua pantai ini karena adanya pura yang terdapat di tengah laut. Bahkan pantai ini mendapat julukan ‘Tanah Lot-nya Jawa Timur’. Pantai Balekambang sendiri berlokasi di dusun Sumber Jambe, desa Srigonco, kecamatan Bantur, Malang, Jawa Timur.

Yang menarik dari pantai ini ialah suasananya yang menangkan dan kondisi pantai yang bersih. Bibir pantainya sendiri terhampar sepanjang 2 km karakter pantainya cenderung berkarang. Selain menikmati berbagai kegiatan di pantai seperti berenang, pengunjung juga bisa berkunjung ke seberang pantai untuk menyaksikan panorama indah beberapa pulau tetangga seperti Pulau Anoman, Pulau Ismoyo, serta Pulau Wisanggeni. Semua pulau tersebut terhubung melalui jembatan. Pantai Balekambang biasanya ramai dikunjungi pengunjung di hari raya Nyepi. Ini karena masyarakat disekitar Malang yang terutama yang merupakan umat Hindu ikut menyaksikan prosesi upacara di Pura Amarta Jati yang terletak di Pulau Ismoyo, seberang pantai Balekambang.

Akses menuju Pantai Balekambang ini terbilang lancar karena jalan utama sudah beraspal. Hanya saja pengunjung harus lebih hati-hati karena ada beberapa titik jalan sempit dan memiliki tikungan tajam. Pengunjung bisa berangkat dari kota Malang dengan mengambil rute Malang-Bululawang ataupun Malang-Kapanjen. Untuk fasilitas di pantai ini sudah cukup lengkap seperti toilet umum, lahan parkir, rumah makan, hotel atau penginapan, toko oleh-oleh, tempat ibadah, dan fasilitas lainnya. Untuk tiket masuknya sendiri, pengunjung akan dikenakan biaya sebesar Rp Rp 10.000/orang (Senin-Jumat) dan Rp 15.000/orang (Sabtu-Minggu dan hari libur) belum termasuk biaya parkir.

  1. Pantai Kedung Celeng

Tempat wisata di Malang dengan tema pantai selanjutnya ialah Pantai Kedung Celeng. Pantai ini berlokasi di desa Banjarejo, kecamatan Donomulyo, Malang, Jawa Timur. Pantai ini juga masih tergolong baru dan sedang menjadi incaran travelers muda. Pantai Kedung Celeng juga memiliki karakteristik yang unik dimana ia memiliki ombak dengan volume yang cukup besar namun terfilter dengan hadirnya batu-batu karang disekitar bibir pantai. Sehingga pantai ini aman untuk dijadikan lokasi snorkeling ataupun berenang oleh pengunjung. Lokasi pantai ini juga agak tersembunyi sehingga cocok bagi para pengunjung yang ingin suasana libur yang tenang tanpa kerumunan turis. Suasana pantai yang relatif sepi dan air laut yang masih terjaga kebersihannya membuat pantai ini semakin diminati pengunjung. Kebanyakan pengunjung tidak melewatkan kesempatan untuk mengambil foto-foto yang instagrammable ketika mengunjungi pantai ini. Terlebih suasana pinggir pantai relatif bersih dari sampah.

Untuk fasilitasnya sendiri memang tidak selengkap pantai terkenal lainnya di Malang karena pantai ini tergolong destinasi wisata baru. Maka untuk makanan dan minuman baiknya membawa perbekalan sendiri dari rumah. Untuk bisa sampai ke lokasi, pengunjung yang berangkat dari kota Malang bisa mengambil jalur menuju arah Kapanjen. Selanjutnya perjalanan dilanjutkan menuju desa Pagak dan akan menemui pertigaan. Ambil jalur lurus dari pertigaan menuju desa Banjarejo. Darisana perjalanan akan sedikit ekstrim dengan kondisi jalan yang sedikit berbatu. Lalu pengunjung akan tiba di kawasan pantai Bantol. Darisana, pengunjung akan menemukan jalan kecil masuk hutan dan 10 menit kemudian pengunjung akan tiba di pantai Kedung Celeng. Pantai ini cukup tersembunyi dan berada ditengah-tengah pantai Pulodoro dan pantai Bantol. Untuk tiket masuknya sendiri sangat terjangkau yaitu Rp 5.000/orang belum termasuk biaya parkir kendaraan sebesar Rp 2.000/kendaraan.

  1. Pantai Batu Bengkung

Satu lagi pilihan destinasi wisata Malang bertema pantai yaitu Pantai Batu Bengkung yang berlokasi di Jalan Jalur Lintas Selatan, tepatnya di desa Gajah Rejo, kecamatan Gedangan, Malang, Jawa Timur. Yang unik dari pantai ini ialah panorama tebing karang yang indah. Membingkai bibir pantai dihiasi dengan ombak besarnya. Pantai ini memang tidak direkomendasikan untuk kegiatan berenang maupun kegiatan lainnya seperti snorkeling karena volume ombaknya sangat besar. Pengunjung baru bisa bermain di area bibir pantai ketika air lautnya sudah surut. Namun pengunjung masih bisa menikmati keindahan sunrise maupun sunset dibibir pantai sambil mengabadikannya melalui foto-foto cantik.

Pantai ini dilengkapi dengan fasilitas yang sudah cukup memadai bagi para pengunjungnya seperti toilet umum, area parkir yang luas, warung-warung makan, sampai tempat ibadah. Selain itu, pantai ini juga memiliki fasilitas area camping bagi para pengunjung yang ingin lebih dekat dengan alam. Harga tiket masuk Pantai Batu Bengkang yaitu sebesar Rp 7.500/orang. Pengunjung juga diharuskan membayar biaya parkir jika membawa kendaraan sebesar Rp 5.000 untuk motor. Jika pengunjung memutuskan untuk menginap, maka biaya parkir menjadi sebesar Rp 10.000/kendaraan.

Untuk bisa sampai dilokasi pantai Batu Bengkang, pengunjung yang berangkat dari kota Malang bisa mengambil jalur ke arah Turen menuju kearah Selatan. Perjalanan dilanjutkan menuju arah Sumbermanjing Wetan lalu ke arah pantai Sendang Biru. Pengunjung selanjutnya akan menemui pertigaan dan ambillah arah kanan menuju pantai Goa Cina dan Bajul Mati. Dari sana, lanjutkan perjalanan menuju arah barat maka pantai Batu Bengkang hanya berjarak 3 km lagi saja untuk ditempuh.

  1. Pantai Tiga Warna

Satu lagi tempat wisata di Malang yang unik, Pantai Tiga Warna. Dari namanya saja sudah bisa ditebak keunikan apa yang disajikan pantai ini. Lokasi pantai ini terletak di desa Tambakrejo, kecamatn Sumbermanjing Wetan, kabupaten Malang, Jawa Timur. Pantai ini menyuguhkan keindahan gradasi warna pantai dalam tiga warna. Ini membuat panorama pantai menjadi lebih indah. Ketiga warna yang dimaksud ialah biru, hijau, dan merah. Gradasi tiga warna berbeda tersebut disebabkan karena kedalaman air laut yang berbeda. Misalnya saja, warna hijau disebabkan karena terdapat endapan lumpur yang bercampur dengan plankton dalam jumlah yang banyak. Sedangkan warna biru menunjukkan kedalaman air laut yang paling dalam. Untuk warna merah dihasilkan dari refleksi cahaya matahari yang menembus air pantai hingga kedalaman 20 meter. Keindahan gradasi tiga warna semakin menakjubkan karena dibingkai dengan pasir pantai lembut berwarna kecoklatan.

Untuk bisa sampai di lokasi, pengunjung yang berangkat dari kota Malang bisa mengambil rute menuju Turen. Perjalanan dilanjutkan sampai menuju Pantai Sendang Biru. Kemudian pengunjung akan menemui persimpangan, dan pilihlah jalur yang menuju ke Pantai Goa Cina dan lanjutkan perjalanan 2 km kedepan. Pengunjung akan menemui persimpangan lagi dan ambil arah kiri. Darisana, pengunjung tinggal masuk ke kawasan perkampungan menuju Clungup Mangrove Conservation. Kendaraan mobil harus di parkir 1km sebelum lokasi. Namun pengunjung yang menggunakan motor bisa melanjutkan perjalanan sampai ke gerbang Pantai Tiga Warna. Harga tiket masuk sebesar Rp 300.000/rombongan yang terdiri dari 10 orang. Harga tersebut sudah termasuk biaya pemandu wisata, serta sewa lahan dan tenda. Pengunjung harus melakukan reservasi sebelum berkunjung karena tanpa reservasi pengunjung tidak akan bisa masuk.

  1. Candi Singosari

Spot wisata Malang selanjutnya ialah Candi Singosari yang berada di kompleks candi peninggalan masa Singosari tepatnya abad ke 13 Masehi. Candi ini berlokasi di Jalan Kertanegara No. 148, kelurahan Candirenggo, kecamatan Singosari, Malang, Jawa Timur. Jadi, bukan hanya Jogja saja yang punya candi. Malang pun punya destinasi wisata candi yang tidak kalah indahnya. Yang menarik dari Candi Singosari ini ialah desain arsitektur bangunannya yang unik. Dilihat sari segi arsitekturnya, bangunan candi terlihat seolah memiliki dua tingkat bangunan. Bangunan candi ini memiliki dua gupala berukuran besar yang merupakan simbol sebagai penjaga dunia. Disini juga terdapat kolam pemandian yang konon dulunya merupakan tempat pemandian Ken Dedes. Namun sekarang ini, kolam tersebut sudah dijadikan sebagai kolam renang yang dibuka untuk umum.

Bangunan Candi Singosari sendiri berdiri diatas lahan seluas 200×400 meter persegi. Didalam kompleks candi ini, terdapat beberapa bangunan candi. Namun candi utama memiliki ukuran paling besar yaitu sekitar 14×14 meter persegi dengan ketinggian skeitar 15 meter. Selain terdapat candi-candi, di kompleks ini juga terdapat berbagai artefak peninggalan sejarah jaman kerajaan Singosari. Untuk fasilitasnya sendiri, kompleks Candi Singosari ini memiliki lahan parkir yang luas, warung atau tempat makan, toilet umum, beberapa gazebo untuk bersantai dan beristirahat, dan spot-spot foto yang menarik.

Untuk bisa sampai di lokasi Candi Singosari, pengunjung bisa berangkat dari kota Malang dan mengambil rute via jalan Raya Lawang –Malang atau Jl. Raya Surabaya-Malang. Dari sana, lokasi bisa ditempuh dalam waktu sekitar 64 menitan saja dengan jarak tempuh 10.2 km. Jaraknya cukup dekat dengan pusat kota Malang sehingga tidak sulit untuk menemukan lokasi. Untuk harga tiketnya sendiri sangat terjangkau yaitu hanya sebesar Rp 5.000/orang untuk dewasa dan Rp 3.500/orang untuk anak-anak belum termasuk biaya parkir kendaraan. Spot wisata ini dibuka setiap hari sehingga pengunjung bisa datang kapanpun.

  1. Goa Lo Bangi

Masih banyak tempat wisata di Malang yang unik dan sayang untuk dilewatkan. Salah satunya ialah Goa Lo Bangi. Dari namanya saja memang sudah sangat unik. Perlu diketahui sebelumnya bahwa nama tersebut merujuk pada dua nama gua yaitu Goa Lo dan Goa Bangi. Namun kedua gua tersebut masih berada di satu kawasan sehingga sering disebut Goa Lo Bangi. Lokasinya berada di dusun Ngliyep, desa Kedungsalam, kecamatan Donomulyo, Malang, jawa Timur. Yang menarik dari gua ini ialah terdapat aliran sungai abwah tanah disepanjang akses jalan didalam gua. Pengunjung juga akan disuguhi dengan hamparan danau dan air terjun.

Untuk memulai perjalanan ke Goa Lo Bangi, pengunjung harus mengikuti arahan pemandu. Perjalanan dapat memakan waktu 3-4 jam lamanya. Pengunjung akan dibekali dengan perlengkapan keamanan karena kondisi gua terbilang esktrim untuk ditaklukan. Perjalanan akan dimulai dari Goa Lo yang memiliki panjang 10 km. Di sepanjang perjalanan, pengunjung akan melihat berbagai stalakmit, stalaktit, batu reruntuhan, gourdam, dan hal menarik lainnya. Berbagai batuan alam menghiasi sekitar dalam gua yang membuatnya semakin menarik. Yang paling disukai pengunjung ialah stalaktif yang tergantung di dinding atas gua. Setiap gantungan stalaktit memiliki bentuk yang beragam dan unik. Perjalanan diteruskan keluar ke Goa Bangi yang memiliki panjang sekitar 5 km.

Untuk bisa sampai ke lokasi Goa Lo Bangi, pengunjung bisa mengambil rute yang sama menuju pantai Ngliyep. Jika pengunjung berangkat dari kota Malang maka bisa mengambil rute via Jl. Raya Pantai Ngliyep dengan waktu tempuh 117 menit dan jarak tempuh 66.7 km. Alternatif rute lain yaitu via Jl. S. Supriadi dengan jarak tempuh 64.5 km dan waktu tempuh sekitar 127 menit. Atau pengunjung juga bisa menggunakan rute via Jl. Ahmad Yani dengan jarak tempuh sekitar 135 menit dan jarak tempuh 72.6 km. Dari pantai Ngliyep sendiri, Goa Lo Bangi hanya berjarak 5 km saja.

  1. Mata Air Sumber Sirah
Info Lainnya:  Wisata Di Ubud Bali Dan Sekitarnya Yang Tidak Boleh Dilewatkan

Membahas destinasi wisata Malang memang tidak akan ada habisnya. Salah satunya ada Mata Air sumber Sirah yang sudah sangat populer. Spot wisata yang satu ini terletak di desa Sumber Jaya, kecamatan Gondanglegi, kabupaten Malang, Jawa Timur. Ini merupakan wisata sumber air tawar dengan warna airnya yang sangat jernih. Yang menarik dari sumber air tawar ini ialah pemandangan di dasar sumber air yang menakjubkan. Di dasar mata air Sumber Sirah ini, pengunjung akan disuguhi dengan keindahan ganggang hijau. Tidak heran jika lokasi wisata yang satu ini sering dijadikan lokasi snorkeling yang ideal. Kedalaman sumber air ini hanya sekitar 0.8-1.5 meter. Sangat direkomendasikan untuk membawa kamera tahan air saat berwisata kesini karena pemandangan alam bawah airnya akan sayang jika tidak diabadikan.

Tidak hanya pemandangan bawah airnya yang menakjubkan. Pemandangan disekitar sumber air juga tidak kalah indahnya. Suasana hijau pepohonan yang rindang membuat Sumber Sirah ini semakin indah untuk dilihat. Untuk fasilitas sendiri belum selengkap spot wisata lainnya yang terkenal di Malang. Namun disini sudah tersedia lahan parkir untuk kendaraan motor, toilet umum, kamar mandi, warung makan, serta beberapa kios tempat penyewaan alat snorkeling maupun ban yang bisa disewa pengunjung untuk menikmati kegiatan di Sumber Sirah ini. Untuk harga tiket masuknya sendiri tidak dikenakan biaya. Hanya saja pengunjung harus membayar biaya parkir jika membawa kendaraan. Biaya parkir sangat terjangkau yaitu hanya sekitar Rp 2.000/kendaraan. Ini belum termasuk biaya sewa ban atau alat snorkel. Untuk sewa ban biasanya pengunjung dikenakan tarif Rp 2.000-5.000/ban. Spot wisata ini dibuka mulai pukul 07.00-17.00 waktu setempat.

Dari pusat kota Malang, lokasi destinasi wisata ini hanya berjarak sekitar 21 km. Untuk bisa sampai ke lokasi biasanya pengunjung harus melewati desa Putukrejo yang menjadi satu-satunya akses. Sangat disarankan untuk menggunakan sepeda motor jika ingin mencapai lokasi. Waktu yang ditempuh kurang lebih 30-40 menit. Jika pengunjung menggunakan mobil maka harus di parkir disekitar rumah warga 200 meter dari lokasi. Untuk bisa sampai, pengunjung akan diharuskan untuk berjalan kaki melewati jalan setapak. Lokasi ini belum bisa dicapai oleh kendaraan umum sehingga memang disarankan memakai kendaraan pribadi.

  1. Pemandian Kalireco

Tempat wisata di Malang selanjutnya ada Pemandian Kalireco yang berlokasi di desa Sumber Waras, kecamatan Lawang, kabupaten Malang, Jawa Timur. Lokasi wisata ini sangat cocok bagi pengunjung yang mendambakan suasana liburan yang tenang dan menyejukkan. Yang menarik dari destinasi wisata ini ialah warna airnya yang sangat jernih. Pemandian air ini dibingkai dengan rimbunnya pepohonan hijau yang indah. Objek wisata ini memang unik namun sayangnya belum dikelola oleh pihak dinas pariwisata Malang. Destinasi wisata in masih mengandalkan pengelolaan warga sekitar saja. Namun tetap saja banyak wisatawan yang penasaran dengan pemandian ini. Kegiatan yang paling seru tentu saja mandi dan berendam di lokasi dengan segarnya air yang berasal dari sumber mata air asli.

Pemandian Kalireco banyak menarik perhatian salah satunya karena banyak pengunjung yang memposting momen saat menikmati pemandian ini di berbagai sosial media. Sehingga semakin banyak para pecinta petualang yang penasaran ingin mengunjungi lokasinya langsung. Terlebih setelah melihat jernihnya air di pemandian ini. Untuk fasilitasnya sendiri memang belum begitu memadai. Namun pengunjung bisa mengandalkan fasilitas yang disediakan warga seperti toilet umum, tempat ibadah, dan lahan parkir. Untuk tiket masuknya sendiri tidak dipungut biaya alias gratis. Pengunjung hanya akan dikenakan biaya parkir jika membawa kendaraan. Biasanya Rp 2.000/motor dan Rp 5.000/mobil. Dianjurkan untuk berkunjung saat musim kemarau karena jika berkunjung saat musim hujan, kondisi jalan setapak yang harus dilalui menjadi lebih ekstrim.

  1. Teluk Bidadari

Satu lagi spot wisata Malang yang menjadi incaran travelers muda, Teluk Bidadari. Ia berlokasi di desa Sumberbening, kecamatan Bantur, kabupaten Malang, Jawa Timur. Dari namanya saja memang sudah sangat menarik. Teluk ini sebenarnya hanya berupa genangan air berbentuk lingkaran. Namun yang paling menarik ialah karena warna airnya yang jernih kehijauan. Ditambah dengan ia di kellingi dengan pemandangan alam sekitar yang sejuk dan asri. Bebatuan yang membingkai teluk ini juga menambah keindahannya.

Tidak heran jika banyak pengunjung yang mengabadikan momen mereka di teluk ini kedalam foto foto cantik yang instagrammable. Selain karena keindahan pemandangan, kejernihan air, dan kesejukkan lokasinya, Teluk Bidadari juga bisa menjadi destinasi tepat bagi para penantang adrenalin. Ini karena pengunjung diharuskan trekking terlebih dahulu agar bisa sampai di lokasi. Di Teluk Bidadari ini terdapat dua kolam utama yang bisa dinikmati pengunjung. Pengunjung bisa berendam, bahkan lompat bebas dari tebing menuju teluk. Lokasi Teluk Bidadari sebenarnya berdekatan dengan Pantai Mbehi sehingga pengunjung juga bisa sekalian berkunjung ke pantainya jika mau. Pengunjung bisa mengambil rute menuju pantai Mbehi untuk bisa sampai ke lokasi teluk jernih ini. Namun sebelum bisa sampai ke lokasi, pengunjung harus trekking yang memakan waktu sekitar 30-40 menit. Pengunjung akan diharuskan untuk menyewa guide untuk memandu trekking yang cukup menantang. Biaya sewa guide yaitu sekitar Rp 10.000/orang.

Kabar baiknya, pengunjung tidak dikenakan tiket masuk untuk bisa masuk ke area Teluk Bidadari. Pengunjung hanya dikenakan biaya sewa pemandu saja. untuk fasilitas memang belum terdapat fasilitas apapun terlebih karena lokasinya sendiri yang cukup tersembunyi dan cukup sulit untuk ditempuh. Namun semua lelah perjalanan akan terbayar sesampainya di lokasi ketika melihat pemandangan air jernih dan suasana disekitarnya yang menyejukkan.

  1. Alun-Alun Kota Batu

Tempat wisata di Malang dan sekitarnya yang sudah sangat populer ialah Alun-Alun Kota Batu. Spot wisata yang satu ini memiliki karakteristik yang dan berbeda dari alun-alun kota kebanyakan di Indonesia. Ada berbagai hal menarik tentang Alun-Alun Batu ini seperti salah satunya ialah poros alun-alun batu dengan bentuk buah apel hijau dengan ukuran besar. Seperti yang diketahui bahwa apel sendiri merupakan buah ikonik khas Malang. Tidak sedikit pengunjung yang berfoto disekitar poros apel raksasa ini untuk di posting diberbagai sosial media.

Hal menarik lainnya ialah Feris Wheel atau Bianglala. Fasilitas permainan ini memiliki 17 kabin dengan warna-warna yang cerah. Untuk bisa menikmati duduk didalam kabin, pengunjung hanya harus membayar sebear Rp 3.000/orang. Dengan menaiki Feris Wheel ini, pengunjung dapat melihat suasana kota Batu dari ketinggian. Di alun-alun ini juga terdapat beberapa air mancur yang menarik yang bisa dijadikan lokasi bermain anak. Untuk anak, disediakan juga taman bermain sehingga anak-anak bisa bermain dengan aman. Di malam hari, pengunjung dapat melihat lampion yang terdiri dari berbagai bentuk hewan seperti angsa, sapi, singa, dll. Suasana lampion akan membuat alun-alun terlihat lebih menarik.

Kegiatan menarik lainnya yang bisa dilakukan yaitu berwisata kuliner disekitar Alun-Alun Kota Batu. Ada berbagai jenis jajanan khas Malang dan berbagai daerah lainnya di Jawa Timur yang ikonik. Beberapa diantara jajanan favorit yaitu ceker setan, susu segar, ketan legenda, dan masih banyak lagi. Perlu diperhatikan bahwa pengunjung tidak diperbolehkan merokok sembarangan disekitar alun. Pengunjung hanya boleh merokok ditempat yang telah disediakan khusus. Tentu saja ini dilakukan untuk menjaga kelestarian alam sekitarnya dan untuk menambah kenyamanan pengunjung. Terlebih Alun-Alun Kota Batu menjadi tempat favorit keluarga untuk bersantai sekaligus berekreasi dengan gratis tanpa tiket masuk.

  1. Jatim Park 1 dan 2

Destinasi wisata Malang selanjutnya ialah Jatim Park 1 dan 2. Lokasinya memang bukan berada di Malang, namun tetangganya yaitu Kota Batu. Namun lokasinya tidak jauh dari pusat kota Malang sendiri yaitu hanya sekitar 20 km saja. Ada beberapa perbedaan antara Jatim Park 1 dan 2. Di Jatim Park 1, terdapat lebih dari 50 wahana menarik termasuk kolam raksasa, remote car, bioskop 3D, playground, jet coaster, dan masih banyak lagi wahana menarik lainnya. Di Jatim Park 1 ini juga terdapat wahana edukasi seperti Outdoor Science Center, Miniatur Candi, Amazing Human Body, dll. Untuk bisa menikmati berbagai wahana di Jatim Park 1, pengunjung akan dikenakan tiket masuk sebesar Rp 60.000/orang (Senin-Jumat) dan Rp 80.000/orang (Sabtu-Minggu). Destinasi wisata ini buka setiap hari mulai pukul 08.30-16.00 waktu setempat.

Sedangkan untuk Jatim Park 2, memiliki tema dengan nuansa alam yang lebih kental dibanding Jatim Park 1 yang lebih fokus pada wahana permainan dan science. Di Jatim Park 2 ini, pengunjung bisa menikmati 3 tempat menarik yaitu Musuem Satwa, Pohon Inn Hotel, dan Batu Secret Zoo. Untuk bisa masuk ke Museum Satwa pengunjung akan dikenakan biaya tiket masuk sebesar Rp 20.000/orang. Disini, pengunjung akan disuguhkan dengan berbagai replika binatang. Untuk bisa menikmati Pohon Inn Hotel, pengunjung dikenakan biaya sewa bervariasi mulai dari Rp 440.000-1.400.000/malam. Ada juga Batu Secret Zoo yang lokasinya masih berdekatan dengan Pohon Inn Hotel. Disini pengunjung dapat menyaksikan berbagai koleksi binatang dari berbagai tempat di belahan dunia dilahan seluas 14 hektar. Tiket masuk ke kebun binatang ini yaitu Rp 75.000/orang (Senin-Jumat) dan Rp 105.000/orang (Sabtu-Minggu).

Fasilitas di Jatim Park 1 dan 2 sudah sangat lengkap mulai dari toilet umum, lahan parkir luas, food court, tempat ibadah, dan bahkan penginapan Pohon Inn Hotel yang masih menjadi bagian dari spot wisata ini. Untuk rutenya sendiri sangat mudah terlebih Jatim Park 1 dan 2 ini memang sudah sangat terkenal.  Jatim Park 1 berlokasi di Jalan Kartika No. 2, Sisir, kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur Malang. Sedangkan Jatim Park 2 berlokasi di Jalan Oro-Oro Ombo No. 9, Temas, Kota Batu, Jawa Timur Malang. Jatim Park 1 bisa ditempuh via Jl. Ir. Soekarno dengan jarak tempuh 18.2 km dan waktu tempuh 44 menit. Bisa juga via Jalan raya Lawang-Malang dengan jarak tempuh 25.9 km dan waktu tempuh 65 menit. Sedangkan untuk bisa  sampai di Jatim Park 2 pengunjung bisa menggunakan jalur via Jl. Ir. Soekarno dengan jarak tempuh 18.2 km dan waktu tempuh 44 menit. Atau bisa juga via Jalan Tegalgondo dengan jarak tempuh 18.2 km dan waktu tempuh 49 menit. Kondisi jalan sudah sangat memadai karena lokasi keduanya juga masih disekitar jalan utama yang beraspal. Sehingga kedua lokasi tersebut bisa ditempuh menggunakan kendaraan pribadi maupun umum.

  1. Batu Night Spectacular

Selanjutnya ada Batu Night Spectacular atau sering juga disingkat dengan BNS yang merupakan tempat wisata di Malang  dan sekitarnya. Lokasinya memang ada di Kota Batu yang menjadi kota tetangga terdekat Malang. Sesuai namanya, spot wisata ini memang disuguhkan untuk pengunjung menikmati wisata malam di Kota Batu. Ia berlokasi di Jalan Hayam wuruk No. 1, Oro-Oro Ombo, kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur.

Ada berbagai wahana menarik yang disajikan disini. Misalnya saja sepeda terbang, yang merupakan wahana seru yang bisa pengunjung naiki untuk menikmati city light kota Batu dan sekitarnya. Ada juga wahana lain yang tidak kalah menarik seperti taman lampion, trampolin, dll. Selain berbagai wahana menarik, disini juga tersedia night market yang bisa dijajal pengunjung. Lokasinya berada disepanjang menuju pintu keluar BNS. Di Night market ini, ada berbagai vendor makanan yang menawarkan berbagai menu makanan, minuman, dan jajanan. Tidak heran jika tempat ini menjadi lokasi favorit hangout anak muda kota Malang, Batu, dan sekitarnya. Harga tiket masuk Batu Night Spectacular yaitu sebesar Rp 20.000/orang (Senin-Jumat) dan Rp 30.000/orang (Sabtu-Minggu). Pengunjung juga akan dikenakan biaya jika ingin menaiki wahana yang disediakan dikawasan BNS. Biaya wahana bervariasi mulai dari Rp 10.000-15.000 tergantung wahana yang ingin dinaiki.

Fasilitas umum di sekitar lokasi juga cukup lengkap mulai dari toilet umum, tempat ibadah, serta lahan parkir. Untuk bisa sampai ke lokasi BNS, pengunjung yang berangkat dari Kota Malang bisa mengambil jalur via Jalan Hasanudin dengan jarak tempuh hanya sekitar 17.7 km dan waktu tempuh 43 menit. BNS juga bisa ditempuh via Jalan Ir. Soekarno dengan jarak tempuh sekitar 17.2 km dan waktu tempuh 43 menit. Alternatif lain yaitu via Jalan raya Tlogomas dengan jarak tempuh 18.5 km dan waktu tempuh 46 menit.

  1. Gunung Bromo

Berwisata ke Malang belum lengkap jika jika tidak berpetualang ke Gunung Bromo. Ini merupakan salah satu highlight wisata Malang yang sayang untuk dilewatkan begitu saja. Gunung ini merupakan salah satu gunung yang sudah sangat terkenal meskipun bukan merupakan gunung tertinggi di Indonesia. Ada banyak hal menarik jika membahas tentang Gunung Bromo yang merupakan bagian dari kawasan Taman nasional Bromo Tengger Semeru ini. Ia berada ditengah-tengah hamparan padang pasir dan memiliki ketinggian sekitar 2.393 mdpl. Ada banyak kegiatan yang seru untuk bisa menikmati keindahan Gunung bromo seperti melakukan pendakian yang memicu adrenalin, sampai mengendarai jeep melewati hamparan padang pasir dipagi hari untuk menyaksikan sunrise. Untuk bisa menyaksikan sunrise, pengunjung akan diharuskan untuk menaiki ratusan anak tangga menuju Gunung Pananjakan yang menajdi spot ideal untuk menyambut terbitnya matahari pagi.

Hal menarik lainnya dari Gunung Bromo ialah keindahan hamparan savanah yang terbentang luas disisi sebelah timur. Ada juga Pura Luhur Poten yang bisa dikunjungi jika sedang mengeskplorasi Gunung Bromo ini. Ini merupakan tempat peribadatan masyarakat Tengger. Aktifitas menarik lainnya yang bisa dilakukan ialah menunggangi kuda menuju kawah Bromo. Untuk bisa masuk ke wilayah Gunung Bromo, pengunjung akan dikenakan tiket masuk sebesar Rp 27.500/orang. Jam operasionalnya sendiri dibuka 24 jam. Ini karena banyak pengunjung yang menyusuri Gunung bromo mulai dari pagi buta untuk menyambut sunrise ataupun mereka yang ingin berkemah sekaligus menikmati keindahan sunset dari ketinggian. Akses menuju Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ini ada berbagai alternatif. Kondisi jalan juga termasuk lancar. Namun akses berkendara memasuki kawasan Taman Nasional ini cukup menantang dan dibutuhkan kendaraan tangguh seperti jeep. Untuk bisa masukpun pengunjung membutuhkan ijin khusus. Maka dianjurkan untuk menggunakan jasa tour and travel untuk bisa menikmati wisata Gunung bromo sepuasnya. Untuk biaya sewa jasa travel bervariasi mulai dari Rp 300.000-500.000/paket tergantung fasilitas dan service yang dipilih.

Itulah 30 pilihan tempat wisata di Malang dan sekitarnya yang bisa menjadi referensi untuk jadwal liburan selanjutnya. Musim libur sudah dimulai sehingga menentukan destinasi wisata sedari awal bisa membantu mempersiapkan diri lebih baik. Pastikan lakukan reservasi dan persiapan lainnya sebelum melakukan perjalanan untuk berwisata di kawasan Malang dan sekitarnya agar liburan lebih lancar, aman, dan menyenangkan. Terlebih dimusim liburan seperti sekarang ini biasanya spot-spot wisata akan lebih dipadati wisatawan.