Goa Belanda dan Goa Jepang: Situs Bersejarah yang Wajib Anda Kunjungi

0
44

Sahabat traveler’s, berlibur dengan menikmati alam bebas pastinya merupakan pilihan terbaik ketika kita mulai pusing dengan rutinitas padatnya kota. Namun tidak ada salahnya juga ketika kita berlibur namun kita masih mempelajari nilai sejarah dari tempat tersebut. Dan salah satu lokasi yang tepat untuk di kunjungi yaitu Taman Hutan raya Ir. H. Djuanda.

Penting untuk Anda ketahui, bahwa di kawasan Hutan Raya ini terdapat dua buah situs yang sangat bersejarah, yaitu Goa Belanda dan juga Goa Jepang yang mana kedua Gua ini pernah di jadikan sebagai tempat persembunyian.

Goa Belanda memiliki jarak kurang lebih 1 KM dari pintu gerbang Taman Hutan Raya dari arah gerbang Dago Pakar, sedangkan Goa Jepang sendiri berjarak sekitar 600 meter dari pintu gerbang Taman Hutan Raya dari arah gerbang Dago Pakar.

Sejarah Goa Belanda dan Goa Jepang

Goa Belanda yang berada di kota Bandung ini adalah salah satu Goa yang lokasinya berada di kawasan hutan, yang mana hutan in dikenal sebagai Taman Hutan Raya Ir. Djuanda. Hutan Raya ini merupakan sebuah pegunungan yang membentang dari bagian Barat ke Timur yang mana di kenal juga sebagai tangki air raksasa alamiah yang mana tangki ini sangat bermanfaat jika musim kemarau tiba.

Pada masa penjajahan Belanda, kawasan yang berada di sekitar aliran Sungai Cikapudung wilayah Taman Hutan Raya Ir. Djuanda ini berhasil di bangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Bengkok yang mana PLTA ini merupakan PLTA pertama yang ada di Indonesia sejak tahun 1918, yang mana terowongan yang di buat ini melewati Perbukitan batu pasir tufaan.

Ketika masa kependudukan Belanda berjaya, perbukitan ini begitu menarik bagi mereka golongan militer, karena bisa di jadikan tempat untuk merancang sebuah strategi kepemiliteran. Hal ini juga di karenakan lokasi ini sangat berdekatan dengan pusat kota Bandung.
Ketika memasuki perang dunia ke II yang terjadi di awal tahun 1941, maka kegiatan kepemiliteran semakin meningkat. Dan alhasil di dalam terowongan PLTA ini yang memiliki panjang 144 meter dan juga lebar 1,8 meter mulai di bangun jaringan Goa sebanyak 15 lorong dan juga 2 buah pintu masuk yang memiliki ukuran 3,20 meter.

Info Lainnya:  Padepokan Seni Mayang Sunda: Mengenal Budaya Khas Sunda yang Unik

Bukan hanya di gunakan oleh kegiatan kemiliteran, namun Goa ini juga kerap kali di jadikan sebagai stadion Belanda, mengapa demikian? Karena stadion radio yang berlokasikan di Gunung Malabar sangat terbuka dari udara, dan hal tersebut sangat tidak memungkinkan jika harus di lindungi serta di pertahankan dari serangan musuh.

Nah, ketika masa kemerdekaan mulai di pegang, maka Goa tersebut pernah di gunakan atau bahkan di manfaatkan sebagai gudang mesiu oleh kalangan tentara Indonesia. Dan saat ini Goa belanda sudah bisa di masuki dengan sangat aman, bahkan untuk saat ini telah di jadikan sebagai tempat wisata yang bersejarah yang memang sangat penuh dengan nilai sejarah.

Alamat Goa Belanda dan Goa Jepang

Nah, bagi Anda yang ingin berlibur atau berwisata edukasi ke Goa Belanda dan Goa Jepang, maka Anda bisa masuk melalui gerbang Taman Hutan Raya Ir. Djuanda yang mana arahnya bisa melalui Dago Pakar. Dan jika Anda ingin masuk kedalam Goa, maka Anda bisa meminta jasa huide yang memang sudah ada di lokasi tersebut.