Jembatan Syphon: Jembatan Unik yang Penuh Dengan Mitos

0
17

Masih seputar pangalengan, jika pada bahasan sebelumnya kita membahas mengenai danau atau situ, maka pada kesempatan ini kami SatuLensa.com akan membahas tempat wisata unik lainnya yang masih berada di kawasan Pangalengan, yaitu Jembatan Syphon.

Sebenarnya Jembatan Syphon ini bukanlah tempat wisata pada umumnya yang memang sudah banyak di kenal oleh kalangan wisatawan ataupun para traveler. Namun jika kamu termasuk kedalam golongan pencinta sejarah dan pencinta tempat yang unik, maka Jembatan Syphon ini merupakan salah satu pilihan yang tepat.

Jembatan Syphon Tjikuningan ini merupakan salah stau bangunan yang yang ada di antara dua buah bukit. Konon katanya, dulu kawasan ini merupakan sebuah aliran sungai dengan prekuensi yang sangat besar. Namun saat ini aliran sungai tersebut menjadi sangat kecil namun masih bisa terlihat. Dan biasanya warga setempat memanfaatkan aliran sungai ini sebagai sumber air.

Awalnya bangunan ini memanga di bangun untuk sebuah aliran sungai yang berfungsi untuk mengaliri perkebunan warga yang berada di kedua bukit. Bukit yang satu memiliki aliran air yang melimpah, sedangkan bukit yang lainnya tidak memiliki aliran air sama sekali. Dengan begitu, untuk menanggulangi masalah tersebut, akhirnya di bangunlah bangunan tersebut.

JEMBATAN SYPHON YANG PENUH DENGAN MITOS

Bukan hanya memiliki design yang sangat unik layaknya bangunan khas pada zaman Belanda, ternyata Jembatan ini memiliki kisah atau mitos unik lainnya yang memang sampai saat ini mitos tersebut masih berkembang di kalangan masyarakat.

Mitos tersebut memang sudah terjadi sejak awal pembangunan jembatan ini, kabarnya jembatan tersebut kerap kali mengalami kebocoran bahkan pernah mengalami keambrukan, dan kejadiannya bukan hanya terjadi satu kali, melainkan terjadi beberapa kali.

Info Lainnya:  Wisata Gunung Tangkuban Perahu Yang Melegenda

Hingga akhirnya warga setempat memutuskan untuk menumbalkan seorang wanita yang memang baru saja menikah, wanita tersebut bernama Epon. Konon katanya Epon di kubur secara hidup-hidup oleh warga di bagian bawah jembatan tersebut. Dan sejak saat itulah, jembatan ini menjadi sangat kuat bahkan di beri nama menjadi Jembatan Syphon Tjikuningan.

Terlepas dari mitos si Epon yang memang sudah lama berkembang di masyarakat, ternyata tempat ini memang memiliki alasan yang kuat mengapa di beri nama Jembatan Syphon Tjikuningan, yang mana alasan tersebut jauh lebih logis. Alasannya yaitu, jembatan ini memang di bangun pada tahun 1900-an, dimana tahun ini merupakan tahun penjajahan Belanda. “Syphon” dibaca Saife yaitu sebuah bahasa Belanda yang artinya “Menyedot”, sedangkan nama “Tjikuningan” sendiri di ambil dari material jembatan yang memang terbuat dari kuningan berbentuk tabung yang di tanam di dalam jembatan tersebut. Maka dari itu, jika di lihat secara harfiah Jembatan Syphon Tjikuningan ini memiliki arti “Jembatan yang Terbuat Dari Kuningan Yang Berfungsi Untuk menyedot Air.”

Jadi sebenarnya, jembatan tersebut tidak menggunakan tumbal seorang wanita. Jikapun ada cerita tersebut itu hanya sebuah mitos yang di gunakan oleh orangtua zaman dulu untuk menakut-nakuti anak-anak yang sering bermain hingga Magrib di kawasan tersebut.

ALAMAT JEMBATAN SYPHON

Nah, bagi Anda yang ingin mengetahui kondisi dan uniknya Jembatan Syphon ini, maka Anda bisa langsung datang ke Desa Banjarsari, Kec. Pangalengan, Kab. Bandung, Provinsi Jawa Barat 40378. Dengan begitu, Anda bisa menikmati pemandangan dan uniknya bangunan kuno ini.