KEISTIMEWAAN TAMAN HUTAN RAYA IR. H. DJUANDA

0
119

Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda atau Tahura Bandung merupakan salah satu tempat berwisata yang cocok untuk keluarga saat berkunjung ke Bandung. Apalagi jika kita menyukai lokasi wisata alam, maka Tahura Bandung ini memiliki sesuatu yang kita butuhkan. Tahura Bandung juga dikenal dengan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda atau disingkat THR Juanda. Meskipun namanya taman hutan tetapi lokasinya dengan perkotaan, jadi akan mudah diakses untuk pengunjung.

Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda

Keberadaan Tahura Bandung ini cocok untuk kita yang ingin merelaksasi pikiran dan melepas kepenatan dari kesibukan sehari-hari. Udara nya segar dan meskipun dekat dengan kota tapi tidak terpapar polusi kendaraan. Beberapa informasi mengenai Tahura Bandung akan disampaikan berikut ini:

  1. Spot Paling Nyaman dan Unik di Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda

Di Tahura Bandung, kita akan sering menikmati pemandangan yang menyejukkan, namun tak banyak yang sadar bahwa ada beberapa tempat yang menjadi spot untuk menikmati kenyamanan sambil merenung. Dari pintu pertama masuk ke area Dago Pakar kita akan melihat pohon-pohon pinus dengan udara yang agak dingin namun menyejukkan. Udara disini memang sedikit dingin, jika khawatir kedinginan silahkan membawa pakaian hangat seperlunya saja. Setelah melihat-lihat pohon pinus kita bisa terus berjalan hingga sampai di sebuah taman bermain yang di taman tersebut ada sebuah monumen Ir. H. Djuanda. Kemudian tempat unik lainnya Goa Jepang dan ada beberapa Goa lainnya. Goa ini menjadi tempat favorit pengunjung yang datang dan sekaligus untuk berfoto.

  1. Sekilas Mengenai Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda

Tahura Bandung menjadi salah satu hutan raya yang sudah menjadi kawasan konservasi alam. Lokasinya sangat dekat dengan pusat Kota Bandung bahkan sering disebut-sebut Tahura Bandung ini merupakan paru-paru Kota Bandung. Pada 1965 luas hutan ini hanya 10 hektar saja, tapi sekarang sudah sangat luas dan terus berkembang hingga 560 hektar dan panjangnya dari Dago Pakar hingga kawasan Maribaya Lembang. Lalu mengapa namanya Ir. H. Djuanda? Mungkin beberapa ada yang bertanya-tanya siapakah Ir. H. Djuanda ini. Beliau adalah Perdana Menteri terakhir negara kita dan berjasa dalam deklarasi Djuanda. Pada intinya isi dari deklarasi tersebut adalah semua pulau dan laut yang ada di nusantara merupakan kesatuan yang tidak terpisahkan. Tentu saja sambil berwisata, kita bisa menambah beberapa wawasan dan mengenang pahlawan.

  1. Berbagai Gerbang di Tahura Bandung yang Memudahkan Pengunjung
Info Lainnya:  10 OBJEK WISATA WAJIB ANDA KUNJUNGI DI GEOPARK CILETUH SUKABUMI

Karena tempatnya yang sangat luas, tentu adanya berbagai gerbang ini akan memudahkan wisatawan untuk masuk melalui jalur manapun. Beberapa gerbang tersebut yang Pertama yaitu Gerbang Tahura Bandung di daerah Dago Pakar, Dago. Akses jalan ini melalui jalur Dago lanjut ke Terminal Dago hingga ke Tahura. Jalannya mudah di akses dan ada petunjuk jalan yang jelas. Jalan yang dilalui ini cukup populer karena bersamaan dengan jalan menuju Tebing Keraton yang masih ada di area Taman Hutan Rata Ir. H. Djuanda.

Kedua gerbang Tahura dari arah Lembang. Ini diperuntukkan untuk kita saat berada di daerah Bandung Utara atau Lembang. Posisinya kita ingin ke Tahura Bandung, kita tidak perlu berputar ke jalan Dago. Bisa langsung jalan ke gerbang Tahura Juanda yang ada di Maribaya. Lokasinya berada sebelum lokasi wisata Maribaya Lembang. Kondisi jalannya pun sudah cukup mulus dan mudah dijangkau. Ketiga lewat jalan arah Curug Dago atau PLTA Bengkok. Namun kita harus menuruni seribu tangga, untuk lebih jelasnya bisa menggunakan aplikasi maps dan sejenisnya.

  1. Area Wisata dari Taman hingga Goa

Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda memiliki area wisata yang cukup terkenal. Pertama, Goa Jepang. Goa Jepang ini salah satu peninggalan Jepang saat berada di Indonesia. Pembangunan Goa Jepang ini oleh para pekerja paksa atau yang kita kenal Romusha. Dalam Goa ini ada 4 pintu dan ada 2 saluran udara. Kondisi jalan yang ada di Goa Jepang juga sudah cukup baik jadi tidak seperti perkiraan goa pada umumnya. Dari gerbang depan kita harus berjalan 600 meter untuk sampai di Goa Jepang.

Kedua, Goa Belanda. Ada Goa Jepang sudah pasti ada Goa Belanda. Pembangunannya lebih dulu dari Goa Jepang, diduga Goa ini dijadikan untuk penyimpanan senjata, penjara, markas, pusat komunikasi dan PLTA. Kondisi Goa Belanda ini lebih baik dari Goa Jepang atau bisa kita katakan lebih modern. Ketiga, Tebing Keraton. Tidak banyak yang tahu bahwa tebing keraton ini menjadi salah satu bagian dari Tahura Bandung karena memang untuk masuknya kita harus membayar tiket yang berbeda. Tebing keraton ini menjadi tempat favorit yang sering dikunjungi karena memiliki spot foto yang sangat instagramable.

Dari pertigaan gerbang Tahura disarankan menggunakan motor agar lebih mudah melalui jalannya karena ada beberapa bagian jalan yang rusak. Setelah itu ikuti jalan sampai bertemu dengan sebuah warung Bandrek baru ambil jalan arah kiri. Fasilitas yang ada di Tebing Keraton sudah lengkap ditambah dengan pengamanan pagar di pingir-pinggir jalan. Jika ingin berkunjung ke Tebing Keraton, pilihlah waktu-waktu yang pas untuk mengambil gambar. Misalnya di pagi hari dengan penampakan kabut putih seperti sebuah lautan atau di sore hari dengan pemandangan matahari terbenam. Tapi yang menjadi catatan, saat berfoto di atas tebing harus perhatikan juga keselamatan.

Info Lainnya:  Kampoeng Ciherang: Destinasi Wisata Baru Di Kabupaten Sumedang

Keempat, Air Terjun dan Curug. Sedikitnya ada tiga air terjun yang ada di Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda yaitu Curug Dago, Curug Lalay, Curug Omas. Jika ingin bermain air, siapkan juga baju ganti. Khusus di Curug Dago ada dua prasasti yang merupakan peninggalan Raja Thailand dengan ketinggian air terjun 12 meter. Keberadaan Curug Lalay sedikit terpencil yaitu berada diantara lembah dan bagian sisi curug terdapat sebuah goa yang menjadi tempat tinggal kelelawar. Curug Omas lokasinya berada dekat Maribaya, sehingga lebih dikenal di Maribaya dengan tinggi 30 meter.

Kelima, Museum Ir. H. Djuanda. Tidak hanya wisata alamnya, Tahura Bandung juga menyajikan wisata edukasi salah satunya dengan adanya Museum Djuanda. Didirikan sebagai bentuk penghormatan atas jasanya. Dan di dalamnya berisi berbagai macam penghargaan yang di dapatkan oleh Ir. H. Djuanda semasa hidupnya. Piagam penghargaan dari pemerintah dan negara asing, medali, wings dari negara tetangga yaitu Malaysia, Thailang dan Rusia juga terpajang di museum itu. Tak lupa sebuah foto besar Ir. H. Djuanda dan disampingnya ada offset satwa, artefak purbakala dan koleksi herbarium.

Keenam, Penangkaran Rusa. Dengan udaranya yang sejuk sangat cocok untuk tempat penangkaran rusa. Di Tahura Bandung khususnya membuat penangkaran rusa dengan jenis rusa tutul. Di sini, para pengunjung akan disuguhkan dengan berbagai macam informasi, karena ada beberapa orang yang tidak tahu khasiat dari rusa tersebut. Setiap bagian tubuhnya terdapat manfaat yang dapat diterima oleh manusia. Namun di tempat ini tidak ada pengolahannya hanya ada penangkaran. Di sini pengunjung diperbolehkan mendekati rusa dan memberi makan.

Ketujuh, Hiking. Para pecinta hiking jangan melewatkan satu kesempatan untuk berolahraga di Tahura Bandung. Udaranya masih segar dan tujuan atau lokasinya pun sangat bagus. Jalur yang dilalui juga tidak terlalu sulit dan bisa mengunjugi beberapa lokasi wisata sekaligus sambil berolahraga. Karena hutan ini sudah tertata dengan baik, jadi kita tidak perlu merasa khawatir lagi akan tersesat.

Info Lainnya:  Curug Cileat Subang: Curug Tersembunyi Dengan 5 Tingkatan Air Terjun

Kedelapan, Armor Kopi Bandung. Lokasinya berada di tengah hutan pinus Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda dan dekat dengan gerbang depan. Armor Kopi Bandung ini tengah ramai dibicarakan di media sosial bahkan sangat populer dikalangan anak muda. Suasanya sangat tenang dan ciri khas pedesaan akan terasa saat tiba di sana. Meja dan kursi dibuat dengan berbahan dasar kayu agar lebih menyatu dengan alam. Di bawah-bawah pohon besar juga disediakan tempat duduk agar pengunjung bisa menikmati sajian sambil berteduh. Menu makanan dan minumannya sangat beragam dengan kisaran harga dari Rp. 11.000 – Rp 45.000. Berbagai jenis makanan seperti pizza, roti bakar, cemilan ringan tersajikan. Tak lupa yang menjadi ciri khas adalah kopi yang dibuat dengan cara tradisional sehingga rasanya akan berbeda dengan kopi seduhan.

  1. Saung Kecil yang Nyaman

Fasilitas yang ada di Tahura Bandung sudah semakin berkembang. Ada saung-saung kecil yang bisa digunakan wisatawan untuk beristirahat sambil menikmati pemandangan yang sangat indah. Bagi wisatawan yang ingin bermalam juga tidak perlu khawatir. Di sekitar Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda juga ada beberapa tempat penginapan mulai dari hotel, wisma, guest house hingga area perkemahan terbuka. Ada juga fasilitas trek khusus jogging dan bersepeda.

  1. Fasilitas untuk Anak-anak

Saat berlibur bersama keluarga tentu kita tidak ingin anak-anak tidak merasa senang dengan tidak adanya area khusus bermain anak-anak. Di Tahura Bandung disediakan tempat untuk bermain anak-anak. Beberapa fasilitas bermain yang bisa dilakukan anak-anak yaitu taman bermain, area paintball dan play ground. Ada juga fasilitas outbound yang bisa digunakan oleh anak-anak dan orang dewasa sesuai dengan batas usia dan jenis permainannya.

  1. Fasilitas Pendukung

Fasilitas pendukung lainnya yang ada di Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda yaitu toilet-toilet yang cukup bersih, mushola atau mesjid dan lahan parkir. Tidak lupa juga warung-warung yang ada di berbagai titik Tahura Bandung.

Harga Tiket                 : WNI Rp. 10.000/orang

WNA Rp. 76.000

Opening Hours            : 06.00 – 18.00 WIB

Bus Parking                 : Yes

Food Court                  : Yes

Address                       : Kompleks Tahura Ir. H. Djuanda No. 99, Dago Pakar, Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Bandung