Mengenal Sejarah Museum Bahari di Jakarta

0
152

Museum bahari merupakan museum bersejarah yang berkaitan dengan kenelayanan dan kebaharian yang mencakup seluruh negara Indonesia dari sabang hingga merauke yang terdapat di seberang pelabuhan sunda kelapa. Museum ini termasuk kedalam delapan museum dibawah pengawasan Dinas Kebudayaan Permuseuman Provinsi DKI.

Beberapa ratusan tahun lalu daerah Sunda Kelapa mengalami perubahan yang drastis, sehingga nama Sunda Kelapa diganti menjadi Jakarta. Dari beberapa banyak perubahan hingga dari tahun ke tahun, menara pengawas yang dibangun oleh Kolonial belanda masih tegak berdiri atau belum hancur. Bahkan gudang rempah – rempah  dan kapal VOC peninggalan kolonial belanda masih ada. Meskipun sampai saat ini galangan kapal menjadi sebuah tempat restoran dan cafe. Adapun untuk Gudang rempah dijadikan sebuah Museum Bahari Jakarta.

Dahulu lokasi Sunda Kelapa yaitu tempat perniagaan yang ramai dan sangat dijaga ketat oleh kolonial belanda. Beberapa jenis rempah – rempah siap dibawa ke negara Eropa dan Negara – negara lainnya sehingga kapal – kapal tersebut sibuk mengangkut berbagai jenis rempah – rempah. Pada masa itu hasil olahan bumi sangat penting untuk perusahaan dagang belanda.

Sejarah Museum Bahari Jakarta

Pada zaman kependudukan Belanda bangunan tersebut dahulunya sebuah Gudang yang berguna untuk memilih, mengepak dan menyimpan berbagai hasil bumi, yaitu rempah – rempah yang salah satu komoditi utama tentara Belanda yang cukup laku dipasar – pasar eropa. Bangunan yang tegak berdiri berada di sebelah muara Ciliwung mempunyai 2 sisi yaitu sisi sebelah barat dinamakan westzijdche Pakhuizen atau lebih dikenal dengan Gudang Barat yang dibangun secara bertahap sejak tahun 1652-177, Gudang barat ini mempunyai 4 unit bangunan salah satu bangunan tersebut dijadikan sebuah Museum Bahari, awalnya Gedung ini tempat penyimpanan barang dagangan pokok VOC diantaranya kopi, rempah – rempah, tembaga, tekstil, the dan timah  dan untuk sebelah sisi timur disebut dengan Oostzijdsche Pakhuizen yaitu Gudang timur.

Info Lainnya:  Menengok Keindahan Seni Budaya Di Gedung Kesenian Rumentang Siang

Pada zaman pendudukan jepang Gudang ini dipakai untuk menyimpan barang logistic oleh tentara jepang. Setelah Indonesia Merdeka, bangunan tersebut ditempati oleh PLN atau PTT buat dijadikan Gudang. Pada tahun 1976 bangunan ini direnovasi kembali hingga kemudian di resmikan menjadi sebuah Museum Bahari pada tanggal 7 juli 1977.

Macam – macam  Koleksi Museum Bahari

Didalam Museum Bahari Jakarta terdapat berbagai macam koleksi atau pernak – Pernik benda yang memiliki sejarah kelautan peninggalan Kolonial Belanda atau VOC. Sehingga pengunjung yang datang bisa melihat benda – benda seperti berbagai perahu – perahu asli maupun replika, lukisan, foto – foto yang terpajang dan alat navigasi kelautan. Selain itu berbagai jenis miniatur dan model kapal – kapal tradisional hingga kapal – kapal modern. Adapun benda – benda atau alat – alat  yang dipakai oleh pelaut pada zaman dulu diantaranya Meriam, teropong, jangkar dan lain – lain.  Ada 19 unit perahu asli yang di pamerkan di Museum Bahari dan sisanya beberapa ratusan miniatur perahu kecil. Diantaranya koleksi perahu lancng kuning, perahu jukung karere yaitu termasuk  perahu koleksi penting yang harus ada di Museum Bahari ini  dan perahu phinisi.

Selain memamerkan jenis replika perahu tradisional Museum Bahari juga memamerkan replika perahu modern. Museum Bahari juga memiliki Cadik Nusantara yang merupakan perahu bercadik yang dipakai oleh Pemuda yang bernama Effendi Soleman ketika berlayar sendiri dari Jakarta hingga Brunei Darussalam. Selain itu Museum Bahari memamerkan berbagai koleksi sebaran ikan dan biota laut yang ada di perairan laut Indonesia hingga memamerkan macam – macam aneka perlengkapan berlayar.

Lokasi Museum Bahari

Info Lainnya:  Kenali Budaya Bandung Melalui Taman Budaya Jawa Barat

Berikut yaitu lokasi Museum Bahari untuk menuju ke tempat museum.

Jalan Pasar Ikan No.1, Kawasan Sunda Kelapa, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, 14440.

Telepon: 021-669-2476 / 021-669-3406 atau Fax: 021-669-0518.

Sebenarnya kita berkunjung ke Museum Bahari sangat bermanfaat untuk belajar dan mengenali tentang sejarah kelautan pada masa zaman nenek moyang dulu. Sayangnya Museum Bahari ini peminatnya kurang banyak sehingga bangunan Museum ini hanya untuk foto – foto acara preweding dan pembuatan video klip. Namun tujuannya juga jadi berbeda, bukan untuk dijadikan tempat mengenal sejarah.