Situs Batu Kuda: Situs Bersejarah yang Ada di Kaki Gunung Manglayang

0
25

Hallo sahabat traveler’s, kali ini kami akan mengekspos salah satu tempat bersejarah yang ada di Bandung Timur. Dan mungkin saja sebagian besar dari kalian sudah ada yang tahu, apalagi jika Anda termasuk kedalam golongan pencinta gunung. Mengapa demikian? Hal ini di karenakan Situs Batu Kuda ini berada di kawasan Gunung Manglayang.

Kawasan ini berlokasikan di kampong Cikoneng 1, Desa Cibiru Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Dan kawasan Batu kuda ini berdiri di atas lahan perhutani yang memiliki luas 20 hektar yang mana meliputi BKPH Bandung bagian Utara, RPH Manglayang Barat, RPH Ujung Berung, Kabupaten Bandung. Dan Situs Batu Kuda ini berada di ketinggian 1150-1300 mdpl yang juga masih berada di bawah pengawasan pihak Perhutani Unit III Jawa Barat dan Banten.

Mengapa di sebut Situs Batu Kuda? Apakah di sana ada batu yang menyerupai kuda? Di tempat tersebut memang ada batu, namun jika di lihat secara sepintas batu tersbeut tidaklah menyerupai kuda. Banyak orang yang bertanya-tanya, mengapa bisa di sebut Batu Kuda sedangkan batunya sendiri tidak menyerupai kuda.

Tunggu sebentar, mungkin batu tersebut tidak menyerupai kuda, tapi bagaimana kalau kita menggali dari sisi sejarahnya saja.

Dulu sebelum kawasan ini di kenal sebagai Batu kuda, sebenarnya kawasan ini hanyalah salah satu tempat untuk mencari kayu bakar. Dan Batu Kuda ini di ambil dari mitos atau legenda dari sesepuh atua leluhur penduduk setempat, yang mana menyebutkan kalau ternyata Gunung Manglayang ini merupakan salah satu tempat yang di jadikan sebagai tempat pertapaan seorang raja yang mana namanya di kenal sebagai Prabu Eyang Kusumah.

Beliau bersama istrinya yang bernama Eyang Layang Sari suatu waktu berkelana, dan mereka mencari tempat peristirahatan hingga mencapai puncak gunung. Setelah keduanya mendapatkan tempat yang cocok untuk di jadikan sebagai tempat peristirahatan, akhirnya mereka melanjutkan pertapaannya hingga mereka tileum.

Info Lainnya:  Pine Forest Camp: Wisata Edukasi Dengan Suguhan Alam yang Asri

Nah, sebelum Prabu Eyang Kusumah ini tileum, beliau mengubah kuda yang di tungganginya yang ia beri nama Kuda Semprani menjadi batu dengan posisi telungkup atau dalam bahasa sundanya depa. Maka dari itu, jika kita melihat sepintas, maka kita tidak akan melihat bentuk kuda dari batu tersebut, karena memang batu tersbeut bukanlah batu yang menyerupai kuda, melainkan moncong kuda. Agar lebih jelas kalian bisa cek gambar di bawah ini.

Fasilitas Apa Saja Yang Bisa Dinikmati Di Situs Batu Kuda

Ketika Anda berlibur ke lokasi tersbeut, maka Anda bukan hanya bisa melihat situs bersejarah Batu Kuda, namun di samping itu Anda juga bisa menikmati udara pegunungan yang masih asri dan juga sejuk. Di kawasan tersebut juga terhampar pohon-pohon pinus yang bisa menambah keeksotisan kawasan tersebut

Bagi Anda yang tidak akan melanjutkan perjalanan ke puncak Gunung Manglayang, maka Anda bisa menikmati suasana pegunungan di kawasan Batu Kuda tersebut, mungkin hanya sekedar piknik kecil bersama keluarga, berkemah dengan suasana alam yang masih asri, atau bahkan Anda juga bisa menunggangi kuda karena di kawasan tersebut untuk saat ini sudah tersedia kuda yang bisa Anda sewa untuk di tunggangi.

Bagaimana Akses Ke Kawasan tersebut?

Untuk akses sendiri sebenarnya cukup mudah, bahkan jalanan nya pun sudah bisa di lewati dengan mobil dan cukup bagus, berbeda dengan dulu. Untuk menuju kawasan tersebut, Anda juga bisa mengambil beberapa arah, bisa dari arah Cileunyi, Cibiru, atau bahkan bisa mengambil jalan dari kawasan pasar tradisional Ujungberung.

Berapa Tiket Masuk Ke Kawasan tersebut?

Untuk tiket masuk sendiri juga cukup terjangkau, ketika masuk Anda hanya akan di kenakan biaya 10.000/orang, sedangkan parker Anda akan di kenakan biaya 5.000 untuk kendaraan roda dua dan 10.000 untuk kendaraan roda empat.

Info Lainnya:  Situ Cileunca: Keindahan Danau Pangalengan Dengan Tarif Murah

Bagaimana Dengan Jam Buka Kawasan Tersebut?

Sebenarnya kawasan tersebut merupakan kawasan alam yang bebas, maka tidak ada patokan jam buka dan jam tutup. Namun jika Anda tidak akan berkemah di kawasan tersbeut, sebaiknya Anda pulang sbeleum jam magrib. Mengapa demikian? Mengingat kondisi jalan yang masih kurang penerangan, maka sebaiknya Anda pulang cepat jika memang Anda tidak akan berkemah.

Nah, itu dia sedikit ulasan mengenai Situs Batu Kuda. Semoga informasi yang kami berikan pada kesempatan ini bisa bermanfaat bagi Anda semua. Selamat berlibur!